loading…
Menlu Iran Abbas Araghchi. Foto/anadolu
“Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Ghalibaf berada di Iran, begitu pula Menteri Luar Negeri Araghchi dan wakilnya,” ungkap sumber yang dikutip Al Jazeera.
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengatakan belum ada seorang pun – termasuk sebagai bagian dari tim teknis atau tim lainnya – yang dikirim ke Islamabad. Dengan demikian, partisipasi Iran tetap menjadi pertanyaan besar.
Sementara itu, anggota Parlemen Iran Mohammad Reza Mohseni Sani, yang duduk di Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, semakin meragukan prospek pembicaraan dengan AS.
Dalam komentar yang dimuat kantor berita Iran Mehr, ia mengatakan “negosiasi tidak dapat diterima” dalam “situasi saat ini”, menuduh AS “terlalu banyak menuntut” dan mengejar tujuan tersembunyi untuk kepentingan domestik.
“Mengingat kondisi saat ini, agresi baru-baru ini, dan sejarah yang kita miliki dengan Amerika Serikat dalam negosiasi sebelumnya, putaran pembicaraan selanjutnya, insya Allah, tidak akan terjadi,” tegas dia.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Iran untuk terlibat secara konstruktif dengan AS di Islamabad, dengan mengatakan Teheran harus memanfaatkan kesempatan ini demi kepentingan penduduknya sendiri.