Hujan Deras di Jakarta, 4 RT dan 3 Ruas Jalan Masih Tergenang Malam Ini

[ad_1]

loading…

Jalan tergenang di kawasan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Foto/Istimewa

JAKARTAHujan deras kembali mengguyur Jakarta pada sore hingga malam ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) DKI Jakarta melaporkan masih terdapat 4 RT dan 3 ruas jalan di Jakarta yang tergenang banjir hingga pukul 21.00 WIB ini.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 4 RT dan 3 ruas jalan,” kata Kapusdatin BPBD DKI Mohamad Yohan dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Dilakukan pula upaya memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

Baca Juga: Macet Parah Imbas Hujan Deras, Layanan Transjakarta Terdampak

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujarnya.

[ad_2]

Toyota dan JDM, Sensasi Berkendara yang Mustahil Ditemukan di Mobil Listrik

[ad_1]

loading…

Jajaran mobil Toyota dengan modifikasi Japan Dosmestik Market (JDM). FOTO/ DOK SindoNews

YOKOHAMA – Tak hanya melihat pameran Japan Mobility Show 2025, PT Toyota Astra Motor memberi kesempatan SindoNews merasakan sensasi merasakan Toyota Mustang GTR yang dimodifikasi Japan Domestic Market (JDM).

Japanese Domestic Market (JDM) mengacu pada kendaraan atau produk yang diproduksi dan dijual khusus untuk pasar Jepang.

Produk JDM memiliki spesifikasi, fitur, atau desain yang berbeda dari model yang dijual di pasar ekspor sehingga terkesan eksklusif dan berkelas.

Pelanggan di Indonesia tidak bisa dengan mudah mendapatkan mobil JDM. Pun dengan mobil yang diimpor dari Jepang, tidak termasuk dalam kategori JDM karena biasanya spesifikasinya berbeda dari market sana.

Toyota dan JDM, Sensasi Berkendara yang Mustahil Ditemukan di Mobil Listrik

JDM dalam dunia otomotif lebih dari sekadar made in Japan, namun budaya otomotif yang kental value dan cerita unik.

Toyota memberi kesempatan SindoNews mengunjungi tempat pecinta Toyota JDM berkumpul yakni salah satu spot legendaris tempat berkumpulnya para pecinta JDM Enthusiast adalah Area Parkir Daikoku di Daikoku Futo, Yokohama, Jepang.

Di sini, pengunjung akan terpuaskan oleh deretan mobil-mobil JDM yang terawat dengan apik dan memanjakan mata.

Salah satu pecinta Toyota JDM Akio San mengatakan tempat ini menjadi tempat yang asyik untuk berkumpul dan dan mempunyai banyak histori menarik khususnya dalm industri otomotif Jepang.

” Daikoku adalah tempat yang sangat tepat untuk kami berkumpul, jauh dari pemukiman sehingga suara bising knalpot kendaraan kami tak menggangu warga,” tutur Akio kepada SindoNews Kamis (30/10/2025) di Daikoku Yokohama Jepang.

Daikoku PA (Parking Area) adalah simbol car culture Jepang. Desain yang kompleks namun sangat efisien, deretan mobil yang parkir simetris sempurna, dan prospek menemukan mobil unik yang berbeda di setiap kunjungan, sangat mengundang antusiasme.

Belum termasuk rute spiral menuju ke area parkir yang menyerupai panggung balapan Super Mario.

Toyota dan JDM, Sensasi Berkendara yang Mustahil Ditemukan di Mobil Listrik

SindoNews mendapat kesempatan merasakan taxi ride menggunakan sports car Toyota dengan spesifikasi JDM seperti GR Supra dan GR86.

Selama dalam perjalanan dari Yokohama menuju Tokyo, SindoNews merasakan langsung sensasi sports car racikan GAZOO Racing dengan performance yang mendebarkan.

” Tak hanya jalur yang penuh tantangan, sensasi kendaraan yang dimodifikasi ala JDM mustahil ditemukan di mobil listrik, dari raungan suara knalpot hingga perpindahan gigi kecepatan mobil saat kita ngegas,” tandas Akio.

Toyota dan JDM, Sensasi Berkendara yang Mustahil Ditemukan di Mobil Listrik

Produk JDM harus mematuhi standar dan regulasi yang berlaku di Jepang, yang mungkin berbeda dari negara lain. Misalnya, mobil JDM memiliki nomor rangka alfanumerik yang berbeda dengan Vehicle Identification Number (VIN) standar.

[ad_2]

Eks Kadisbud DKI Divonis 11 Tahun Penjara Terkait Korupsi SPJ Fiktif

[ad_1]

loading…

Mantan Kadisbud DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana divonis bersalah dalam perkara korupsi penyimpangan kegiatan berupa pembuatan surat pertanggungjawaban fiktif. Foto/SindoNews

JAKARTA – Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana divonis bersalah dalam perkara korupsi penyimpangan kegiatan berupa pembuatan surat pertanggungjawaban fiktif. Iwan dihukum 11 tahun penjara dalam perkara itu.

Amar putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Tipikor Jakarta Pusat, Rios Rahmanto. “Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 11 tahun dengan denda Rp500 juta dan subsider 3 bulan penjara,” ucap Rios membacakan amar putusan, Kamis (30/10/2025).

Selain kurungan badan, Iwan juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp13,535 miliar. Apabila uang itu tidak dibayarkan maka akan digantikan dengan pidana penjara selama lima tahun.

Baca juga: Mantan Kadisbud DKI Jakarta Iwan Henry Dituntut 12 Tahun Penjara terkait Kegiatan Fiktif

“Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti tersebut paling lama 1 bulan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutup uang pengganti tersebut,” ucap Hakim Rios.

[ad_2]

6 Diktator yang Mencoba Menulis Ulang Masa Kecil Mereka Sendiri

[ad_1]

loading…

Saddam Hussein dikenal sebagai diktator yang menulis ulang masa kecil sendiri. Foto/X/@hahussain

LONDON – Para diktator jarang membiarkan masa kecil mereka tak tersentuh. Untuk memperkuat cengkeraman kekuasaan, banyak di antara mereka yang menulis ulang kehidupan awal mereka agar tampak sederhana, heroik, atau bahkan suci.

Mitos-mitos ini sering menggambarkan mereka sebagai gembala miskin, buruh yatim piatu, atau anak ajaib berbakat yang terlahir untuk memimpin. Kenyataannya, masa kecil mereka seringkali jauh lebih biasa—atau justru dilupakan begitu saja. Kisah-kisah asal-usul palsu ini bukan sekadar proyek kesombongan; melainkan alat politik yang digunakan untuk melegitimasi kendali dan menciptakan loyalitas.

6 Diktator yang Mencoba Menulis Ulang Masa Kecil Mereka Sendiri

1. Saddam Hussein

Melansir List Verse, sepanjang masa pemerintahannya, Saddam Hussein dengan cermat membangun versi mitologis masa kecilnya yang menekankan kemiskinan pedesaan dan penggembalaan di pinggiran Tikrit yang gersang. Biografi resmi, kurikulum sekolah, dan propaganda Ba’ath menggambarkannya sebagai seorang penggembala kambing yang tumbuh tanpa sepatu, mengembara di gurun dengan pakaian compang-camping. Narasi tersebut menggambarkannya sebagai anak tanah, yang ditempa oleh kesulitan dan dibentuk oleh lanskap Irak yang keras.

Asal usulnya yang sederhana diulang di media pemerintah dan diilustrasikan dalam mural dan monumen publik. Kenyataannya, masa kecil Saddam lebih kompleks. Ia memang menghabiskan waktu di Tikrit bersama keluarga besarnya. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa pamannya, Khairallah Tulfah—seorang nasionalis taat dan mantan perwira militer—memainkan peran penting dalam membentuk pandangan politiknya. Saddam memiliki akses pendidikan dan dibesarkan dalam keluarga yang aktif secara politik.

Hubungannya dengan elit Arab Sunni dan awal masuknya ke dalam kancah politik Baghdad bertentangan dengan narasi seorang penggembala suku yang terisolasi. Citra penggembala baru dipromosikan secara gencar setelah Saddam meraih kekuasaan, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk tampak terhubung dengan penduduk pedesaan Irak. Identitas yang dikurasi ini memungkinkannya untuk menampilkan dirinya sebagai perwujudan ketahanan dan semangat kelas pekerja Irak.

Hal ini menjauhkannya dari para teknokrat dan intelektual berpendidikan Barat, yang memperkuat citranya sebagai pemimpin nasionalis yang membangun dirinya sendiri. Setelah jatuhnya rezimnya, banyak warga Irak yang terkejut melihat betapa dalamnya kisah tersebut telah terjalin dalam kehidupan publik—dari buku teks sejarah hingga lagu anak-anak.

Baca Juga: 5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu

2. Joseph Stalin

Kehidupan awal Joseph Stalin di kota Gori, Georgia, diwarnai oleh kemiskinan, penganiayaan, dan penyakit. Semasa remaja, ia diterima di Seminari Teologi Tiflis, salah satu dari sedikit jalur pendidikan bagi anak laki-laki kelas bawah.

Catatan-catatan era Soviet menggambarkan masa-masanya di seminari sebagai masa belajar yang tenang, refleksi spiritual, dan kekecewaan bertahap terhadap agama. Biografi resmi menggambarkan Stalin sebagai mahasiswa brilian yang menolak ortodoksi demi ideologi revolusioner, seringkali menyiratkan bahwa ia meninggalkan sekolah atas kemauannya sendiri untuk bergabung dengan perjuangan Marxis. Dokumen-dokumen sejarah dan kesaksian pribadi melukiskan gambaran yang berbeda. Stalin adalah mahasiswa biasa-biasa saja yang sering berselisih dengan dosennya. Ia dikeluarkan bukan karena kebangkitan politiknya, melainkan karena sering absen, pembangkangan, dan kegagalan memenuhi standar akademik. Catatan sekolah tidak menunjukkan tanda-tanda awal kejeniusan ideologis.

[ad_2]

Prabowo Hadiri Pemusnahan Barbuk Narkoba Senilai Rp29 Triliun, Kapolri: Kami Termotivasi

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan barang bukti (barbuk) narkoba sebanyak 214,84 ton di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto/Riyan Rizki Roshali

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan barang bukti (barbuk) narkoba sebanyak 214,84 ton di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menceritakan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan ini di luar ekspektasi jajarannya.

“Jujur, Pak, kehadiran Bapak hari ini sebenernya di luar ekspektasi kami. Karena beberapa waktu yang lalu kami laporkan ke Bapak Presiden di Bandara Halim,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya.

Saat itu, kata Jenderal Sigit, Presiden mengatakan berkenan hadir untuk memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkotika. “Saat itu, Bapak langsung berkenan langsung memimpin memusnahkan. Bahkan beliau menyampaikan kalau ada pabrik atau penangkapan besar beliau akan langsung hadir. Ini membuat seluruh anggota kami menjadi termotivasi,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Pemusnahan Narkoba 214,8 Ton di Mabes Polri

Presiden Prabowo tiba pukul 13.15 WIB di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan. Presiden turut didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

[ad_2]

Militer Israel Ciptakan Gunung Sampah di Gaza

[ad_1]

loading…

Tentara Israel membuang limbah, sampah, dan puing konstruksi di Jalur Gaza. Foto/X

JALUR GAZA – Militer Israel telah membuang sejumlah besar limbah, puing, dan puing konstruksi di Jalur Gaza, hanya beberapa ratus meter dari perbatasan. Laporan itu menurut investigasi surat kabar Israel, Haaretz.

Rekaman yang dipublikasikan Haaretz menunjukkan truk-truk yang melintasi perbatasan Kissufim dari Israel ke Gaza, membawa muatan limbah konstruksi.

Truk-truk tersebut dilaporkan melaju sejauh 200 hingga 300 meter ke Jalur Gaza, membongkar muatannya di pinggir jalan, dan kembali ke Israel dalam keadaan kosong, hanya untuk diisi ulang dan dikirim kembali.

Di sisi Israel, ekskavator terlihat memuat ulang limbah yang sama ke truk-truk tersebut.

Menurut laporan tersebut, puing-puing tersebut meliputi material konstruksi, potongan logam, pipa irigasi, dan sampah lainnya yang ditinggalkan oleh militer Israel setelah pembangunan puluhan pangkalan dan pos komando di dekat perbatasan selama perang genosida di Gaza.

Beberapa perwira militer Israel mengatakan kepada Haaretz bahwa komandan lapangan telah memutuskan membuang sampah di dalam wilayah Gaza dan bahkan mengizinkan truk-truk milik pribadi Israel untuk membuang muatan mereka di mana pun mereka anggap perlu.

“Kami akan memiliki tumpukan sampah tepat di depan rumah kami seumur hidup, di dalam wilayah Gaza,” ujar seorang tentara Israel yang ditempatkan di dekat perbatasan kepada Haaretz.

[ad_2]

5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu

[ad_1]

loading…

Laos merupakan negara dengan biaya hidup termurah. Foto/X/@Gurudev

JAKARTA – Di dunia di mana inflasi tampaknya bertekad untuk mengubah impian perjalanan Anda menjadi mimpi buruk finansial. Ada sejumlah negara yang terus menawarkan perlindungan bagi penjelajah yang sadar anggaran.

Sementara teman-teman Anda mengunggah foto dengan judul “jual ginjal untuk membiayai 3 hari di Swiss,” Anda bisa mengunggah gambar pesta jajanan kaki lima yang mewah, pemandangan yang menakjubkan, dan kekayaan budaya yang harganya lebih murah daripada latte pagi mereka.

Selamat datang di dunia magis perjalanan hemat di tahun 2025, di mana petualangan tidak memerlukan dana perwalian dan rekening bank Anda mungkin akan kembali bersama Anda setelah liburan.

5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu

1. Laos (Rp149.000 per Hari)

Memimpin parade keterjangkauan kami adalah Laos, negara Asia Tenggara yang terkurung daratan di mana USD15 atau Rp149.000 per hari dapat membeli pengalaman wisata yang kaya akan budaya dan keindahan alam. Negara Buddha ini menawarkan beberapa lanskap paling asri di Asia dengan harga yang seolah-olah berasal dari tahun 1990-an.

Di Luang Prabang, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, wisma yang nyaman dapat ditemukan dengan harga USD5-7 per malam, sementara semangkuk mi khao soi tradisional hanya seharga USD1,50. Jaringan transportasi negara ini, meskipun terkadang lambat, tetap sangat terjangkau.

Yang membuat Laos begitu terjangkau adalah infrastruktur pariwisatanya yang masih berkembang dikombinasikan dengan ekonomi yang didominasi pedesaan.

Posisi mata uang kip Laos yang relatif lemah terhadap mata uang utama semakin membebani anggaran wisatawan, menciptakan surga bagi mereka yang mencari pengalaman autentik tanpa beban keuangan.

BacaJuga: Hendak Melarikan Diri ke Mali dan Al Jazair, 2 Pencuri Perhiasan Museum Louvre Ditangkap

2. Kazakhstan (Rp319.000)

Negara terbesar ke-9 di dunia ini menawarkan beragam pengalaman menakjubkan hanya dengan USD19 per hari atau Rp319.000. Perpaduan Kazakhstan yang terdiri dari padang rumput yang luas, pegunungan yang menjulang tinggi, dan kota-kota modern menghadirkan taman bermain petualangan yang beragam dengan harga yang tampaknya tidak terpengaruh oleh inflasi global.

[ad_2]

Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Jadi Saksi Persidangan Anak Riza Chalid

[ad_1]

loading…

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan eks Direktur Utama PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto/SindoNews

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan eks Direktur Utama PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Karen menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Karen dihadirkan Jaksa untuk terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa; Dimas Werhaspati selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim; serta Gading Ramadhan Joedo selaku Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM).

Dalam kesempatan tersebut, Karen terlihat mengenakan pakain berwarna hijau. Hakim sempat memerilsa identitas Karen Sebelum memberikan kesaksian. “Pensiunan Dirut Pertamina,” kata Karen saat ditanya pekerjaan oleh hakim.

Baca juga: KPK Panggil 2 Eks Petinggi Pertamina terkait Kasus LNG

Diketahui, Karen menjabat posisi tersebut pada periode 2009-2014. Selanjutnya, hakim menggali soal kenal atau tidaknya Karen dengan tiga terdakwa yang ada. Dari ketiganya, Karen pun mengaku hanya kenal denhan Kerry Adrianto yang merupakan anak dari pengusaha minyak, Riza Chalid.

[ad_2]

Kemendikdasmen Sediakan Jadwal TKA Susulan untuk Peserta dengan Kondisi Khusus

[ad_1]

loading…

Kemendikdasmen akan menyediakan jadwal ujian susulan bagi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Foto/BKHM.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen ) akan menyediakan jadwal ujian susulan bagi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA dan SMK/MAK yang memiliki kondisi khusus.

Namun, kesempatan ini tidak berlaku bagi seluruh siswa, melainkan hanya untuk peserta yang tengah menjalani kegiatan tertentu seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL), program pertukaran pelajar, atau kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Pelaksanaan TKA tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Tahun ini, jumlah pendaftar TKA jenjang SMA mencapai lebih dari 3,5 juta peserta atau sekitar 85 persen dari total sasaran nasional.

Baca juga: TKA SMA Digelar Awal November, PGRI Dorong Guru dan Murid Jaga Integritas

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA bukan sekadar ujian, tetapi bagian penting dari sistem evaluasi pendidikan nasional yang mengukur capaian belajar murid secara objektif dan setara.

[ad_2]

Hujan Deras dan Angin Kencang di Jaksel, Pengendara Lexus Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

[ad_1]

loading…

Pengendara mobil Lexus tewas di lokasi akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta, Minggu (26/10/2025). Foto/Yudistiro Pranoto

JAKARTA – Pengendara mobil Lexus tewas di lokasi akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta, Minggu (26/10/2025). Peristiwa itu terjadi saat hujan deras dan angin kencang melanda Jakarta Selatan.

Menurut Subagya, saksi mata yang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. “Hujan deras dan angin kencang saat pohon tumbang,” ujarnya.

Korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar. Jenazahnya kemudian dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat macet.

Sementara, hujan deras yang melanda kawasan Jakarta pada Minggu (26/10/2025) ini menyebabkan dua RT di kawasan Jakarta Selatan, tergenang.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 2 RT,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (26/10/2025).

[ad_2]