Dunia sepak bola kehilangan salah satu bek terbaik sepanjang masa setelah Franco Baresi meninggal dunia pada usia 66 tahun. Legenda AC Milan dan tim nasional Italia itu meninggalkan sang istri, Maura Lari, serta dua anak mereka, Edoardo dan Gianandrea.
Kabar meninggalnya Franco Baresi dikonfirmasi AC Milan pada 31 Juli 2026. Kepergian mantan kapten Rossoneri tersebut menghadirkan duka mendalam bagi keluarga, mantan rekan setim, pemain, dan pendukung sepak bola di berbagai negara.
Dilansir dari The Sun, Maura Lari merupakan sosok yang setia mendampingi perjalanan hidup Franco Baresi sejak keduanya menikah pada 10 September 1984. Hubungan mereka bermula dari pertemuan sederhana di sebuah restoran di Montevarchi, Italia.
Franco Baresi pertama kali bertemu Maura Lari ketika perempuan tersebut bekerja melayani pelanggan di restoran Piccolo Alleluja di Montevarchi. Maura diketahui merupakan putri dari pemilik restoran tersebut.
Dalam sebuah wawancara pada 2022, Franco Baresi mengenang bagaimana perhatiannya langsung tertuju kepada Maura. Saat itu, ia melihat seorang perempuan berambut pirang yang kemudian menjadi pendamping hidupnya.
Momen tersebut juga disaksikan Paolo Mariconti, terapis pijat AC Milan yang menyadari Baresi terus memandang Maura. Mariconti kemudian meminta Maura melayani Baresi lebih dahulu sambil menyebutnya sebagai kapten tim.
Ucapan tersebut membuat Franco Baresi merasa malu dan wajahnya memerah. Namun, pertemuan singkat itu justru menjadi awal hubungan yang bertahan selama lebih dari empat dekade.
Baresi mengatakan dirinya dan Maura tidak pernah berpisah sejak pertemuan tersebut. Mereka juga selalu memperingati tanggal pernikahan setiap tahun sebagai bagian penting dalam perjalanan keluarga.
Pernikahan Franco Baresi dan Maura Lari dikaruniai dua anak bernama Edoardo dan Gianandrea. Dalam laporan tersebut, Edoardo disebut berusia 35 tahun, sedangkan Gianandrea berusia 31 tahun.
Gianandrea merupakan anak yang diadopsi Franco Baresi dan Maura setelah dilahirkan di Rusia. Keluarga menjadi bagian penting dalam kehidupan Baresi di luar kesibukannya sebagai pemain dan figur besar AC Milan.
Maura dikenal lebih memilih menjalani kehidupan jauh dari sorotan dibandingkan suaminya. Meski demikian, ia terus mendampingi Baresi selama melewati masa kejayaan, pensiun, hingga menghadapi masalah kesehatan.
Mengabdi Selama 20 Tahun untuk AC Milan
Franco Baresi menjalani seluruh karier profesionalnya bersama AC Milan selama 20 tahun, mulai 1977 hingga 1997. Ia menghabiskan sekitar 75 persen masa tersebut sebagai kapten Rossoneri.
Sepanjang pengabdiannya, Franco Baresi mencatatkan 716 penampilan bersama AC Milan. Catatan itu menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling loyal dan berpengaruh dalam sejarah klub.
Baresi juga membentuk duet pertahanan legendaris bersama Paolo Maldini. Kombinasi keduanya sering dianggap sebagai salah satu pasangan bek tengah terbaik yang pernah tampil dalam sejarah sepak bola.
Karakter kepemimpinan, kemampuan membaca permainan, keberanian, dan ketenangannya membuat Franco Baresi menjadi simbol pertahanan AC Milan. Ia mampu memimpin lini belakang meski memiliki postur yang tidak sebesar kebanyakan bek tengah.
Franco Baresi membantu AC Milan meraih enam gelar Serie A selama memperkuat klub tersebut. Ia juga mengangkat tiga trofi Piala Champions atau Liga Champions bersama Rossoneri.
Kesuksesan tersebut menjadikan Baresi sebagai bagian penting dari salah satu periode paling dominan dalam sejarah AC Milan. Tim yang diperkuatnya dikenal memiliki pertahanan kuat sekaligus permainan menyerang yang efektif.
Pengaruh Franco Baresi begitu besar hingga AC Milan memutuskan memensiunkan nomor punggung 6 setelah dirinya gantung sepatu. Nomor tersebut tidak lagi digunakan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa sang kapten.
Dua tahun setelah pensiun, Franco Baresi terpilih sebagai Pemain Terbaik AC Milan Abad Ini. Penghargaan tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh Baresi terhadap identitas dan sejarah klub asal Kota Milan itu.
Karier cemerlang Franco Baresi tidak hanya berlangsung di level klub. Ia juga mencatatkan 81 penampilan bersama tim nasional Italia dan mengikuti beberapa turnamen besar.
Baresi menjadi bagian dari skuad Italia yang memenangkan Piala Dunia 1982. Gelar tersebut merupakan trofi Piala Dunia pertama Italia dalam 44 tahun setelah keberhasilan sebelumnya pada 1938.
Pada Piala Dunia 1990 yang diselenggarakan di Italia, Franco Baresi membawa Gli Azzurri mencapai posisi ketiga. Penampilannya membuat ia masuk dalam FIFA World Cup All-Star Team.
Empat tahun kemudian, Baresi menjadi kapten Italia pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Italia berhasil melaju ke final sebelum kalah dari Brasil melalui adu penalti.
Franco Baresi menjadi salah satu pemain Italia yang gagal mengeksekusi penalti pada pertandingan tersebut. Meski demikian, penampilannya sepanjang turnamen tetap dikenang sebagai salah satu bukti ketangguhan seorang pemimpin.
Sebelum meninggal dunia, Franco Baresi diketahui mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan paru-paru. Ia menjalani operasi setelah dokter menemukan nodul paru pada tahun sebelumnya.
Kepergian Franco Baresi kemudian diumumkan secara resmi oleh AC Milan pada 31 Juli 2026. Klub yang dibelanya sepanjang karier menjadi pihak yang menyampaikan kabar duka kepada publik.
Baresi meninggalkan warisan besar sebagai pemain, kapten, dan simbol loyalitas dalam sepak bola modern. Namanya tidak dapat dipisahkan dari kejayaan AC Milan maupun perjalanan tim nasional Italia.
Di balik seluruh prestasi tersebut, Maura Lari menjadi orang yang mendampinginya sejak masa awal karier hingga akhir hayat. Kisah mereka bermula dari pandangan malu-malu di sebuah restoran, lalu berkembang menjadi pernikahan yang bertahan lebih dari 40 tahun.