Arsip Tag: Ancam

Israel Pangkas Bantuan ke Gaza, Trump Ancam Pelucutan Senjata Hamas dengan Kekerasan

[ad_1]

loading…

Mobil Palang Merah terlihat di Jalur Gaza. Foto/anadolu

GAZA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan “melucuti senjata” Hamas dengan kekerasan. Ancaman itu muncul karena gencatan senjata yang rapuh yang ditengahinya di Gaza berada di bawah tekanan pada hari Selasa (14/10/2025) setelah Israel memangkas setengah bantuan yang masuk ke wilayah kantong tersebut.

Perkembangan itu hanya kurang dari satu hari berlalu sejak Trump merayakan kemenangannya menyambut kesepakatan damai dalam kunjungan singkatnya ke Timur Tengah.

Pada hari Senin, ia berpidato di hadapan Knesset Israel dan kemudian menjadi tuan rumah bersama pertemuan puncak di kota resor Sharm el-Sheikh di Mesir, yang penuh dengan kegaduhan dan kesalahan di balik barisan pemimpin dunia yang berwajah datar.

Namun, berbicara di Gedung Putih pada hari Selasa, Trump tampak mengungkapkan rasa frustrasinya karena Hamas telah kembali menegaskan diri di Gaza dengan pasukan keamanan bersenjata.

“Jika mereka tidak melucuti senjata, kami akan melucuti senjata mereka,” ujar Trump.

Trump mengakui pejabat keamanan Hamas telah melancarkan penggerebekan terhadap “geng-geng” di Gaza, yang menurutnya awalnya ia setujui.

Ia membandingkan tindakan kepolisian Hamas dengan pengerahan pasukan Garda Nasional ke Washington sebagai langkah yang dirancang untuk mencegah kejahatan.

Hamas menerbitkan satu video di saluran resminya pada hari Selasa yang menunjukkan eksekusi jalanan terhadap delapan tersangka yang ditutup matanya dan berlutut, yang disebutnya sebagai “kolaborator dan penjahat”.

Namun, Trump mengatakan sudah waktunya bagi Hamas untuk menyerahkan senjata mereka.

“Jika mereka tidak melucuti senjata, kami akan melucuti senjata mereka, dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan,” ujar Trump.

[ad_2]

Perang Dunia III Bisa Pecah! Pakistan Ancam Konflik Baru dengan India Bisa Picu Kehancuran Dahsyat

[ad_1]

loading…

Pakistan ancam konflik baru dengan India bisa picu kehancuran dahsyat. Foto/X

ISLAMABAD – Militer Pakistan menyatakan keprihatinannya atas pernyataan “provokatif” para pemimpin India. Mereka memperingatkan bahwa konflik berikutnya antara kedua negara yang bermusuhan dalam hal nuklir dapat menyebabkan “kehancuran dahsyat”.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Panglima Angkatan Darat India Jenderal Upendra Dwivedi memperingatkan Islamabad bahwa pasukannya tidak akan menahan diri di lain waktu, dan bahwa negara itu harus berhenti “mendukung” terorisme jika ingin mempertahankan posisinya di peta dunia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada hari Kamis mengatakan bahwa setiap kesalahan yang dilakukan Pakistan di sektor Sir Creek akan ditanggapi dengan respons yang “keras dan tegas” yang dapat “mengubah sejarah dan geografi.”

Sir Creek adalah muara pasang surut sepanjang 96 km yang disengketakan antara Gujarat di India dan Provinsi Sindh di Pakistan.

Baca Juga: Mesir Pertemukan Pejabat Israel dan Hamas untuk Bahas Masa Depan Gaza

“Kami telah mencatat dengan keprihatinan yang mendalam pernyataan-pernyataan yang delusif, provokatif, dan jingoistik yang datang dari tingkat tertinggi lembaga keamanan India,” kata sayap militer Pakistan dalam sebuah pernyataan.

“Dalam menghadapi pernyataan yang sangat provokatif … kami memperingatkan bahwa konflik di masa depan dapat menyebabkan kehancuran yang dahsyat. Jika terjadi gelombang permusuhan baru, Pakistan tidak akan menahan diri. Kami akan merespons dengan tegas, tanpa keraguan atau pengekangan,” tambah pernyataan itu.

[ad_2]

Purbaya Ancam Penjual Rokok Ilegal, dari Warung Kelontong hingga Tokopedia Cs

[ad_1]

loading…

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal menerjunkan tim guna mengecek ke warung-warung kelontong, hingga e-commerce untuk mencegah peredaran rokok ilegal. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal menerjunkan tim guna mengecek ke warung-warung kelontong hingga e-commerce untuk mencegahperedaran rokok ilegal . Purbaya juga meminta warung-warung yang masih menjajakan rokok ilegal untuk segera berhenti dan menjual rokok yang memiliki pita cukai rokok resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu).

“Di warung-warung katanya ada juga per toples murah, kita akan cek. Teman-teman tolong sebarkan bahwa siapapun yang jual rokok ilegal di tempat mana, saya akan datangin secara random,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi September 2025, Senin (22/9/2025).

Selain itu, untuk memberantas penjualan rokok ilegal, pihaknya juga akan mengecek produk-produk industri hasil tembakau (IHT) yang didistribusikan para suplier atau distributor. Purbaya menegaskan, jika terbukti masih ada yang menjual atau mengedarkan rokok ilegal, pihaknya akan menangkap dan memberikan hukum setimpal bagi pihak-pihak terkait itu.

“Terus nanti mulai ada kan, sudah ada teknik, siapa-siapa aja yang jual, kita akan mulai nangkepin. Jadi, yang masih mau jual (rokok ilegal), harus berhenti aja. Jangan jual lagi. Itu saya harapkan bisa mengurangi kontribusi rokok ilegal. Kami juga akan cek-cek ke supplier,” tambah Purbaya.

Tidak hanya secara offline, untuk memberantas rokok ilegal, pemerintah juga sudah memanggil para pemain lokapasar atau e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, hingga Blibli.

[ad_2]

AS Ancam Kanada Jika Tak Beli Jet Tempur Siluman F-35

[ad_1]

loading…

AS keluarkan peringatan bernada ancaman kepada Kanada jika memutuskan untuk tidak melanjutkan kesepakatan pembelian jet tempur siluman F-35 Amerika. Foto/US Air Force

OTTAWA – Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatkan bernada ancaman kepada Kanada jika Ottawa memutuskan untuk tidak melanjutkan kesepakatan pembelian jet tempur siluman F-35 dari Washington. Washington menyatakan, ada “konsekuensi negatif” jika Ottawa mencampakkan pesawat mahal tersebut.

Peringatan muncul di saat Kanada bersiap merilis tinjauan militernya terhadap jet tempur F-35.

Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty telah berkomitmen untuk merilis tinjauan publik yang akan dilakukan pada akhir musim panas.

“Tinjauan F-35 diperkirakan akan selesai pada akhir musim panas, yang dalam hal ini mengacu pada akhir musim panas,” kata juru bicara Departemen Pertahanan Nasional, Alex Tétreault, seperti dikutip dari Ottawa Citizen, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga: 5 Jet Tempur Siluman F-35 AS Mendarat di Puerto Riko, Bakal Menginvasi Venezuela?

Akhir musim panas adalah 20-22 September, dan setelah itu, tinjauan akan diserahkan kepada Perdana Menteri Mark Carney untuk keputusan akhir.

Pada 7 Agustus, Reuters melaporkan bahwa militer Kanada merekomendasikan untuk tetap melanjutkan rencana pembelian 88 unit F-35 buatan AS.

Rekomendasi tersebut tidak mengejutkan para pengamat karena Angkatan Bersenjata Kanada awalnya melobi dan memilih jet tempur Amerika tersebut. Selain itu, kepemimpinan militer Kanada juga sangat dekat dengan rekan-rekan mereka di AS dan sebelumnya telah mendorong integrasi lebih lanjut antara kedua angkatan bersenjata.

Carney memerintahkan peninjauan pembelian tersebut menyusul ancaman terhadap kedaulatan Kanada oleh Presiden AS Donald Trump.

[ad_2]