Arsip Tag: Cari

Sahabat Silfester Kritik Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi: Dia Cuma Cari Panggung

[ad_1]

loading…

Sahabat Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, Dian Murni menuding pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan hanya mencari panggung di kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA – Sahabat Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, Dian Murni menuding pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan hanya mencari panggung di kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (14/10/2025).

Dia menyoroti Roy Suryo yang mengaku telah mendapatkan legalisir ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta. Ijazah itu harus dibandingkan dengan yang asli. “Harus ada aslinya, tidak bisa saya bilang ini asli, harus kita buktikan dengan yang asli,” ujar Dian.

Baca juga: ANRI Tak Punya Arsip Ijazah Jokowi, Bonatua: Ada Konsekuensi Pidana

Apa yang disampaikan Roy Suryo adalah bohong. Menurut dia, selama ini Roy Suryo hanya mencari panggung di kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. “Berbohong, berbohong. Roy Suryo Cs, mereka cari panggung,” ucapnya.

Dian juga menyoroti rekam jejak Roy Suryo sebagai orang yang berkontroversi. “Track record, kalau orang mencari kebenaran kan dia harus tahu dirinya benar dulu baru dia mencari kebenaran. Sedangkan dirinya saja nggak benar, gimana mau cari kebenaran. Saat dia jadi menteri kan dia bawa-bawa panci,” ujarnya.

Roy Suryo yang mendengar ucapan Dian Murni meradang. Perdebatan antarkeduanya terjadi. “Hei ngawur ini bohong, bohong kamu. Bohong besar kamu. Orang nggak ngerti putusan pengadilan kayak gini nih,” sindirnya.

(jon)

[ad_2]

Israel Masih Cari Jalan Kirim Atlet ke Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

[ad_1]

loading…

FEDERASI Senam Israel buka suara mengenai polemik penolakan visa oleh pemerintah Indonesia jelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 . Mereka mengaku belum menerima surat, dan terus memperjuangkan agar para atletnya bisa bertanding di Jakarta.

Israel sebenarnya menjadi salah satu kontingen dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Tercatat ada enam atletnya yang dijadwalkan turun di ajang yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta pada 19-25 Oktober mendatang. Mereka adalah Artem Dolgopyat, Eyal Indig, Ron Pyatov, Lihie Raz, Roni Shamay, dan Yali Shoshani.

Tapi keikutsertaan para atlet Israel batal karena pemerintah Indonesia dengan tegas menolak visa rombongan kontingen yang berjumlah 12 orang. Sebab Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan negara tersebut.

Baca Juga: Apa Konsekuensi Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta?

Namun, Federasi Senam Israel menyatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai hal tersebut. Mereka mengklaim mengetahui keputusan itu melalui pemberitaan di media internasional, bukan lewat komunikasi langsung.

[ad_2]

Cari Tambahan Pembiayaan, Purbaya Siapkan Surat Utang Baru Dim Sum Bond

[ad_1]

loading…

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan surat utang berdenominasi renminbi atau dim sum bond pada kuartal IV-2025. Foto/Dok

JAKARTAKementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan surat utang berdenominasi renminbi atau dim sum bond pada kuartal IV-2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan melalui berbagai instrumen obligasi internasional.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto menjelaskan bahwa penerbitan dim sum bond masih dalam tahap persiapan dan akan disesuaikan dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.

“Dim sum bond kita masih consider di kuartal IV. Memang sekarang sudah masuk kuartal IV sih, tapi saya di constraint protokol di pasar modal, saya nggak boleh ngomong terbitkan dim sum bond tanggal sekian, 20 Oktober misalnya. Makanya kenapa kami sampaikan normatif karena secara aturan pasar modal nggak boleh,” kata Suminto dalam Media Gathering di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10).

Baca Juga: Bocor 46 Nama Konglomerat Pembeli Patriot Bond Keluaran BPI Danantara, Asli?

Suminto menambahkan, meski rencana penerbitan sudah dijadwalkan pada akhir tahun ini, besaran nominalnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan kas negara.

“Kalau di pasar global kita nggak boleh umumkan secara spesifik, tapi kami masih dalam konteks strategi issuance kita di kuartal IV,” tutur Suminto.

Sebelumnya, pemerintah telah lebih dulu menerbitkan surat utang global berdenominasi dolar Australia atau Kangaroo Bond pada 7 Agustus 2025 melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN).

[ad_2]

Mereka Lebih Siap karena Cari Bocoran

[ad_1]

loading…

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada Senin pagi (6/10/2025). Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada Senin pagi (6/10/2025). Kunjungan mendadak ini bertujuan memonitor langsung penyaluran penempatan dana pemerintah yang disalurkan melalui perbankan.

Dalam sidak tersebut, Purbaya didampingi oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir. Keduanya tiba di Mandiri Club saat jajaran direksi Bank Mandiri sedang menggelar rapat internal.

Menkeu Purbaya mengungkapkan, Bank Mandiri terlihat lebih siap menyambut sidak mendadak dibandingkan bank lain yang pernah Ia kunjungi sebelumnya. Baca Juga: Purbaya Sidak Kantor BNI: Saya Mau Lihat Bagaimana Kerja Mereka

“Biasa kita semacam kasih sidak dadakan. Mereka nggak tahu, baru tahu tadi pagi kali pas saya mau masuk. Tapi diskusinya menarik sih dengan Bank Mandiri. Mereka lebih siap dibanding BNI, mungkin karena udah denger-denger cari bocoran terus kan. Jadi bagus sih,” ujar Purbaya, dikutip dari akun TikTok resminya @purbayayudhis.

Dari hasil kunjungan itu, Purbaya mencatat bahwa Bank Mandiri telah menyalurkan 60–70% dari dana pemerintah sebesar Rp55 triliun yang merupakan bagian dari total Rp200 triliun yang digelontorkan ke perbankan.

“Saya monitor, dari uang yang kita kasih ke mereka, 60–70 persen udah keserap, udah disalurkan. Mungkin mereka minta lagi kalau bisa ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor lain, mungkin ke properti dan otomotif,” ujar dia.

Purbaya juga menyoroti pertumbuhan penyaluran kredit Bank Mandiri yang menunjukkan tren positif. “Jadi kalau saya lihat, kreditnya juga tumbuh dari 8 persen, sekarang sudah hampir 11 persen, data terakhir, belum penuh satu bulan kan. Jadi positif, sinyal positif. Artinya kira-kira stimulus saya akan jalan di ekonomi,” jelasnya.

[ad_2]