Arsip Tag: Global

Meriah! Padi Reborn Guncang Panggung Music Zone by Global Radio di Anjungan Sarinah

[ad_1]

loading…

Music Zone by Global Radio kembali diselenggarakan di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025). Foto/Annastasya.

JAKARTAMusic Zone by Global Radio kembali diselenggarakan di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025). Acara musik yang meriah ini sukses menghibur para penonton di Jumat malam dengan sajian para bintang tamu dari musisi ternama, yakni Padi Reborn da Hanin Dhiya.

Menurut pantauan SINDOnews.com, penampilan grup band Padi Reborn sukses mengguncang panggung Music Zone di Anjungan Sarinah ini yang juga berkolaborasi dengan FWD Insurance. Padi menyapa para penonton yang hadir dan langsung riuh saat Fadly, sang vokalis menyapa para Sahabat Padi.

Baca juga: 28 Tahun Padi Reborn: Siapkan Single Ego, Kisah Cinta yang Diuji Kesombongan

“Anjungan Sarinah, makin malam makin semarak,” ucap Fadly pada para penonton.

Padi Reborn pun membuka penampilan mereka dengan lagu Harmoni yang dibawakan dengan epik oleh Piyu Cs. Lantunan melodi yang lembut dan juga suara Fadly yang khas membuat penonton ikut terhanyut dan bernyanyi bersama.

Tak hanya itu, Padi Reborn juga melanjutkan penampilan meriah mereka dengan sederet lagu hits mereka seperti Sobat, Kasih Tak Sampai, Begitu Indah dan masih banyak lagi. Terlihat suasana Anjungan Sarinah begitu dipadati para penonton yang ingin menikmati penampilan musik spesial ini.

Baca juga: Keljo Umumkan Album Perdana dan Rilis Lagu Baru di Inews Media Group Campus Connect 2025

[ad_2]

dari Basis Produksi ke Pusat Inovasi AI Global, Namun Tantangan TKDN Masih Menanti

[ad_1]

loading…

Peningkatan TKDN sendiri merupakan kunci untuk memastikan investasi asing benar-benar memberikan nilai tambah maksimal bagi ekonomi lokal. Foto: LGEIN

JAKARTA – LG Electronics Indonesia merayakan 35 tahun perjalanannya di Tanah Air dengan menegaskan kembali komitmen investasi dan transfer teknologi yang semakin dalam.

Perusahaan elektronik raksasa asal Korea Selatan ini bukan lagi sekadar pemain pasar; LG kini memposisikan Indonesia sebagai pilar strategis dalam ekosistem manufaktur dan inovasi globalnya.

Dari dua pabrik besar di Tangerang dan Bekasi yang memproduksi kulkas, mesin cuci, dan televisi, hingga pendirian Pusat Riset dan Pengembangan (R&D Center) AI pertama di luar Korea, LG telah mengintegrasikan bisnisnya secara penuh di Indonesia.

Tapi, seberapa jauh kontribusi ini mampu mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara signifikan?

Investasi Organisasi dan Inovasi AI

Ha Sang-chul, President LG Electronics Indonesia, menyoroti transformasi yang telah menempatkan Indonesia sebagai pusat operasi yang terintegrasi penuh.

“Langkah penguatan organisasi dan investasi di Indonesia menjadi bukti bahwa semangat Life’s Good dapat berjalan seiring dengan kontribusi bagi komunitas dan lingkungan,” ujar Ha Sang-chul dalam sesi roundtable di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Sejak 1990, LG telah membangun dua fasilitas produksi di Tangerang dan Bekasi, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga sebagai basis ekspor strategis di Asia Tenggara. Ini menunjukkan Indonesia sebagai pusat produksi yang efisien bagi LG.

[ad_2]

‘Kelancaran Tanpa Batas’ dari Shanghai Siap Ubah Era Smartphone Global

[ad_1]

loading…

Senior Vice President yang juga Chief Technology Officer vivo, Shi Yujian, luncurkan ivo OriginOS 6 di West Bund Orbit, Shanghai, China, Rabu (15/10/2025) malam. Foto/vivo

SHANGHAI – Setelah sekian lama menjadi perbincangan di kalangan teknologi, vivo akhirnya resmi memperkenalkan OriginOS 6 secara global di West Bund Orbit, Shanghai, China, Rabu (15/10/2025) malam. Peluncurannya, yang berlangsung meriah, menandai langkah besar vivo dalam memperluas sistem operasinya ke panggung internasional.

Dengan filosofi “Origin Design” dan tiga pilar utama—kelancaran, desain, dan kecerdasan buatan (AI)—vivo bertekad mendefinisikan kembali cara manusia berinteraksi dengan dunia digital.

“Selama bertahun-tahun, vivo memperluas kehadiran globalnya dengan prinsip More Local, More Global. Kini, bertepatan dengan ulang tahun ke-30, kami melangkah lebih jauh dengan peluncuran global OriginOS,” ujar Senior Vice President yang juga Chief Technology Officer vivo, Shi Yujian.

Baca Juga: vivo X300 Kelas Flagship Seutuhnya: Desain Mewah, Baterai Tahan Lama, dan Layar ZEISS Master

Era Baru “Smoothness Mastery”

vivo tak sekadar mengusung antarmuka baru, tetapi memperkenalkan konsep yang mereka sebut sebagai “Smoothness Mastery”—kelancaran yang bisa dilihat, dirasakan, dan bertahan lama.

[ad_2]

KPI Beberkan Lima Terobosan Strategis Jawab Tantangan Energi Global

[ad_1]

loading…

KPI membeberkan lima capaian strategis untuk menjawab tantangan ganda sektor energi global. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) membeberkan lima capaian strategis untuk menjawab tantangan ganda sektor energi global, yaitu menjamin ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Langkah ini menjadi fondasi dalam kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi dan target nasional menuju Net Zero Emission (NZE).

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menekankan bahwa dunia tengah menghadapi dua tantangan utama yang harus dijawab secara beriringan. “Di satu sisi, kita harus memastikan ketahanan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, transisi menuju energi rendah karbon juga harus dipercepat. Ini adalah tantangan yang membutuhkan keseimbangan, visi, dan yang terutama, kemitraan,” ujarnya dalam pembukaan forum teknologi ASIA-TECH 2025 di Jakarta, dikutip Senin (13/10).

Baca Juga: Dukung Transisi Energi, KPI Kembangkan Kilang Hijau hingga Produksi Biofuel

Sebagai bagian dari Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, KPI berkomitmen penuh memainkan peran strategis dalam mendorong transisi energi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Komitmen ini sejalan dengan target Pemerintah Indonesia untuk mencapai NZE pada 2060 atau lebih cepat.

Untuk mewujudkannya, Taufik memaparkan lima pencapaian kunci KPI. Pertama, pelaksanaan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Proyek strategis ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga dirancang untuk menghasilkan bahan bakar bersih berstandar tinggi setara Euro V, yang lebih ramah lingkungan.

[ad_2]

BP Energy Outlook 2025 Menyoroti Prospek Energi di Era Perubahan Global

[ad_1]

loading…

BP Energy Outlook 2025 membahas berbagai topik, mulai dari perubahan struktur permintaan minyak, peningkatan elektrifikasi sistem energi, hingga potensi dampak Kecerdasan Buatan terhadap sistem energi masa depan. Foto/Dok

JAKARTAPerusahaan raksasa minyak asal Inggris yakni BP pada hari ini menerbitkan Energy Outlook 2025, yang mengulas tren global berpotensi membentuk sistem energi dunia di masa depan. Edisi tahun ini menghadirkan dua skenario utama, yaitu Current Trajectory dan Below 2°.

Ditambah serta menyoroti berbagai kemungkinan, tren kunci, dan ketidakpastian yang dapat mempengaruhi pasar energi dalam 25 tahun mendatang. Baca Juga: SPBU BP Sudah Setop Jualan BBM RON 90 Setara Pertalite, Ini Sebabnya

Chief Economist bp, Spencer Dale mengatakan, “Masa depan sistem energi global – termasuk kecepatan dan arah transisi energi – merupakan salah satu isu terpenting dan paling menarik di masa kita. Outlook tahun ini membahas berbagai topik, mulai dari perubahan struktur permintaan minyak, peningkatan elektrifikasi sistem energi, hingga potensi dampak Kecerdasan Buatan terhadap sistem energi masa depan.”

“Outlook mencatat bahwa dunia saat ini mengonsumsi lebih banyak energi dari berbagai jenis. Pola permintaan ini akan menentukan apa yang akan diproduksi dan dikonsumsi di tahun-tahun mendatang,” sambungnya.

Baca Juga: Tak Sesuai Spek, Seluruh SPBU Swasta Tolak Beli BBM dari Pertamina

Outlook tahun ini juga menghadirkan bagian baru yang mengulas potensi dampak dari isu-isu terkini yang mempengaruhi arah sistem energi ke depan, seperti meningkatnya fragmentasi geopolitik serta tren terbaru dalam efisiensi energi.

(akr)

[ad_2]

Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global

[ad_1]

loading…

Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho menyampaikan pentingnya membangun daya tangkal asimetris untuk pertahanan nasional di kancah dunia. Foto/Danandaya Aria Putra

Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho menyampaikan pentingnya membangun daya tangkal asimetris untuk pertahanan nasional. Ini sebagai langkah Indonesia bersaing di kancah dunia.

Wibawanto mengatakan, dasar pertahanan paling utama yakni dibangun melalui kekuatan militer konvensional. Contohnya seperti kemampuan perang prajurit.

Baca juga: Optimasi Industri Pertahanan Nasional Indonesia

“Ya pertahanan nasional ya Indonesia membangun kemampuan konvensionalnya itu yang pasti. Ya yang itu nggak boleh ketinggalan,” kata Wibawanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

[ad_2]

BMW Global Pangkas Proyeksi Laba 2025, BMW Indonesia Justru Cetak Rekor Penjualan

[ad_1]

loading…

Kontrasnya kinerja pasar global yang hadapi tekanan dengan dominasi BMW di segmen premium Indonesia yang semakin kokoh. Foto: BMW Indonesia

JAKARTA – Tahun 2025 menyajikan narasi yang kontradiktif bagi raksasa otomotif Jerman, BMW Group. Di panggung global, perusahaan induk (BMWG) terpaksa memangkas proyeksi laba akibat tekanan ekonomi makro.

Namun, di Indonesia, anak usahanya justru melaporkan kinerja historis dengan rekor penjualan dan dominasi pasar yang nyaris absolut.

Badai di Panggung Global: Proyeksi Laba dan Arus Kas Dipangkas

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada Selasa (7/10), BMW AG merevisi turun proyeksi laba sebelum pajak grup untuk tahun 2025, dari sebelumnya diprediksi akan setara dengan 2024 menjadi “sedikit menurun”.

Sentimen negatif ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan di pasar strategis China dan dampak dari tarif impor di Amerika Serikat.

Revisi ini berdampak langsung pada metrik keuangan utama lainnya:

Return on Capital Employed (ROCE) untuk bisnis otomotif dipangkas menjadi 8% hingga 10%, dari sebelumnya di rentang 9% hingga 13%.

[ad_2]

Kemlu Pastikan WNI di Kapal Global Sumud Flotilla Dalam Kondisi Baik

[ad_1]

loading…

Tayangan dari kapal Armada Global Sumud yang berusaha menerobos pengepungan di Gaza, sebagaimana disiarkan daring oleh Middle East Eye. Foto/mee

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam pelayaran bantuan kemanusiaan ke Palestina, Global Sumud Flotilla dalam kondisi baik. Salah satu WNI tersebut diketahui bernama Muhammad Husein.

“Kemlu terus memonitor dan menjalin komunikasi dengan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla. Saat ini, Saudara Husein sedang dalam pelayaran menuju Cyprus. Berdasarkan komunikasi per tanggal 2 Oktober 2025, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik,” kata Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Judha Nugraha dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/10/2025).

Baca juga: 1 Kapal Flotilla Berhasil Masuk Perairan Gaza Sebelum Sinyal Hilang, Israel Tahan 223 Orang

Judha menjelaskan, KBRI Roma yang memiliki wilayah kerja mencakup Cyprus telah menugaskan petugas untuk memberikan pendampingan. Kemenlu juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

[ad_2]

Dari Luka Kolonial ke Lumbung Pangan Global

[ad_1]

loading…

Yusuf Sugiyarto, Ketua Bidang Penelitian dan Kebijakan Strategis PB HMI 2024-2026. Foto/SindoNews

Yusuf Sugiyarto
Ketua Bidang Penelitian dan Kebijakan Strategis PB HMI 2024-2026

PIDATO Prabowo Subianto di forum internasional beberapa waktu lalu menimbulkan gema yang tidak biasa. Di antara bahasa diplomasi yang lazimnya kering, ia muncul dengan pernyataan tegas: Indonesia is prepared to deploy 20.000 and including providing rice to Gaza (Palestine). Kurang lebih begitu kalimat yang seketika membuat panggung politik global berguncang.

Namun gema itu tidak datang dari ruang hampa. Ia lahir dari sejarah panjang bangsa ini—sebuah bangsa yang pernah dijajah berabad-abad oleh kolonial, merasakan sendiri bagaimana lapar dan penderitaan bisa menjadi senjata penaklukan. Ingatan kolektif tentang masa-masa ditindas itulah yang membentuk nurani politik luar negeri Indonesia: berdiri bersama mereka yang tertindas, menolak ketidakadilan, dan memastikan bahwa kedaulatan bukan sekadar kata indah di atas kertas, melainkan hak untuk hidup bermartabat.

Karena itu, ketika Prabowo bicara tentang pasukan kemanusiaan dan bantuan pangan, ia sesungguhnya sedang menarik garis lurus dari masa lalu bangsa ini menuju solidaritas global hari ini. Dari pengalaman sebagai bangsa terjajah, Indonesia belajar satu hal mendasar: penderitaan tidak boleh dibiarkan menjadi warisan abadi!

Indonesia tidak lahir dari ruang kosong. Ia ditempa oleh sejarah panjang penjajahan, lebih dari tiga setengah abad berada di bawah cengkeraman kolonialisme. Dalam kurun itu, rakyat tidak hanya diperas tenaganya, tetapi juga dipaksa merasakan lapar sebagai alat kekuasaan. Sistem cultuurstelsel oleh van den Bosch pada tahun 1830 di Indonesia dilatarbelakangi oleh kesulitan keuangan akibat perang di abad ke-19, misalnya, membuat sawah-sawah yang mestinya menghidupi rakyat justru dipaksa menanam tebu, kopi, atau nila demi perut orangorang Eropa. Akibatnya, kelaparan melanda di banyak daerah, salah satunya yang paling tragis adalah paceklik besar di Jawa Tengah (1840-an), ketika ribuan orang mati hanya karena tidak ada cukup beras untuk dimakan.

Dari pengalaman itu, lahirlah kesadaran mendalam: pangan bukan sekadar soal ekonomi, melainkan soal kedaulatan dan martabat. Itulah mengapa Bung Karno di awal kemerdekaan menekankan bahwa revolusi tidak ada artinya jika rakyat masih berebut nasi. “Berdikari” bukan hanya slogan politik, melainkan janji sejarah: jangan sampai bangsa ini kembali diperbudak melalui perutnya.

Kesadaran historis ini pula yang menempel dalam sikap luar negeri Indonesia. Maka ketika Prabowo berdiri di forum internasional dan menyatakan siap mengirim 20 ribu pasukan
kemanusiaan sekaligus bantuan pangan ke Gaza, pernyataan itu tidak bisa dibaca hanya sebagai retorika sesaat. Ia adalah gema dari ingatan panjang sebuah bangsa yang pernah merasakan sendiri pahitnya ditindas, dan kini memilih berpihak pada mereka yang mengalami nasib serupa.

Indonesia, dengan luka kolonial yang belum sepenuhnya sembuh, menjadikan solidaritas bukan pilihan tambahan, melainkan kewajiban moral. Itulah fondasi mengapa isu Gaza menyentuh hati rakyat Indonesia sedemikian rupa: karena penderitaan mereka mengingatkan pada sejarah kita sendiri.

Konflik Geopolitik dan Nurani Prabowo!

[ad_2]

Prabowo dan Sekjen PBB Gelar Pertemuan Bilateral, Bahas Sinergi Atasi Tantangan Global

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, di lantai 27 Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat. Foto/istimewa

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di lantai 27 Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, pada Senin, 22September 2025. Setibanya di lokasi pertemuan, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Sekjen PBB Guterres. Setelahnya kedua pemimpin melakukan sesi foto bersama.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato pada High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution atau Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya solidaritas global dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Kepala Negara juga mendorong upaya bersama pembangunan berkelanjutan dan memperkuat peran negara berkembang dalam sistem multilateral.

Baca juga: Prabowo di KTT PBB: Jika Israel Mengakui Palestina, Indonesia Akan Akui Israel

“Dalam pertemuan tersebut, beliau menyampaikan bahwa Indonesia tetap pada komitmennya untuk mendukung sistem multilateral dan tetap percaya bahwa PBB merupakan sebuah organisasi yang harus diperkuat dalam rangka menjaga kedamaian atas dunia,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangannya.

[ad_2]