Arsip Tag: Korban

1 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di ICU RS Yarsi

[ad_1]

loading…

Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih menjalani perawatan di RS Yarsi Jakarta Pusat. Informasi terkini, terdapat total 15 korban dirawat, 1 di antaranya di ruang ICU. Foto/Istimewa

JAKARTA – Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih menjalani perawatan di RS Yarsi Jakarta Pusat. Informasi terkini terdapat total 15 korban yang dirawat, 1 di antaranya di ruang ICU.

Korban yang dirawat di ruang ICU mengalami kondisi luka cukup serius termasuk luka bakar, sehingga sudah dilakukan tindakan operasi. Sementara itu, 13 korban lainnya masih menjalani rawat inap dengan kondisi yang dikeluhkan yaitu telinga berdengung akibat trauma ledakan yang terjadi.

13 korban telah dicek oleh dokter spesialis THT dan akan dilakukan observasi lanjutan jika memang diperlukan. Sementara, 1 korban lainnya diperbolehkan untuk rawat jalan.

Baca Juga: Fasilitas SMAN 72 Kelapa Gading Terdampak Ledakan Segera Diperbaiki

Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga akan meninjau langsung para korban yang dirawat di RS Yarsi. Mensos akan meninjau korban di RS Yarsi setelah melakukan peninjauan ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

[ad_2]

KBRI Phnom Penh Segera Pulangkan 67 dari 110 WNI Korban Kasus Sindikat Online Scam di Kamboja

[ad_1]

loading…

KBRI Phnom Penh segera memulangkan 67 dari total 110 WNI diduga korban sindikat online scam di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja. Foto: KBRI Phnom Penh

JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI ) Phnom Penh segera memulangkan 67 dari total 110 warga negara Indonesia ( WNI ) diduga korban sindikat online scam di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja. KBRI juga merespons sejak Jumat (17/10/2025) berkoordinasi dengan kepolisian Kamboja terkait kericuhan yang melibatkan WNI yang berupaya kabur dari perusahaan tersebut.

“Sejak 17 Oktober 2025, KBRI Phnom Penh terus berkoordinasi dengan Kepolisian Kamboja dan pihak terkait setelah menerima laporan kericuhan yang melibatkan WNI di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal,” tulis laman Instagram @indonesiainphnompehn dikutip, Rabu (22/10/2025).

Baca juga: 97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam Kamboja, 4 Ditahan Polisi

KBRI Phnom Penh menyebut berdasarkan hasil penelusuran sebanyak 110 WNI diamankan dari lokasi dan kini berada di Detensi Imigrasi Preak Pnov, Phnom Penh untuk proses pendataan dan pemulangan.

Baca juga: Kemlu: 10.000 WNI Terjerat Kasus Online Scam di 10 Negara, Termasuk Kamboja

“KBRI Phnom Penh terus memastikan perlindungan bagi seluruh WNI, dengan 67 orang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 22-24 Oktober 2025,” jelasnya.

(rca)

[ad_2]

17 Jenazah Korban Berhasil Diidentifikasi

[ad_1]

loading…

Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi jenazah korban insiden ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). Foto/Dok BNPB

SIDOARJO – Sebanyak 17 jenazah korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil diidentifikasi. Hal itu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) hingga Senin (6/10/2025) pukul 22.45 WIB.

“Kabar terbarunya, dari total korban meninggal dunia, sebanyak 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Seluruh jenazah itu sudah diserahkan kepada pihak keluarga atau wali santri untuk dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (7/10/2025).

Namun, belum dijelaskan identitas 17 jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut. Data terkini yang dihimpun BNPB dari Posko Penanganan Darurat menunjukkan, jumlah keseluruhan korban terdampak mencapai 167 jiwa. “Dari jumlah tersebut, 165 orang dan tujuh potongan tubuh telah ditemukan,” kata Aam, sapaan Abdul Muhari.

Baca Juga: Update Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny: 65 Santri Meninggal

Secara rinci, Aam mengungkapkan terdapat 104 korban selamat, dengan rincian 4 orang telah selesai menjalani perawatan, 99 orang masih dirawat, dan 1 orang tidak memerlukan perawatan medis. Sementara itu, berdasarkan daftar absensi pondok pesantren, dua santri masih dinyatakan hilang.

[ad_2]

Update Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny: 65 Santri Meninggal

[ad_1]

loading…

Jumlah korban runtuhnya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo yang ditemukan hingga Senin (6/10/2025) malam tercatat 65 santri meninggal dunia. Foto/Dok.SindoNews

SIDOARJO – Jumlah korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur terus bertambah. Data hingga Senin (6/10/2025) malam atau hari kedelapan usai kejadian, tercatat 65 korban meninggal dunia telah diketemukan.

Update Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny: 65 Santri Meninggal

“Korban meninggal dunia 65 orang (6 body part),” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Senin (56/10/2025).

Baca juga: 60 Jenazah Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Ditemukan, 3 Masih Hilang

Dengan demikian, Bramantyo berkata, jumlah korban dalam peristiwa itu mencapai 169 orang, dengan 104 orang di antaranya selamat.

[ad_2]

44 Ribu Orang Jadi Korban PHK Sepanjang 2025, Mayoritas di Jawa Barat

[ad_1]

loading…

Kemnaker mencatat sebanyak 44.433 orang tenaga kerja di Indonesia terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025. Foto/Dok

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 44.433 orang tenaga kerja di Indonesia terkena Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025. Pulau Jawa masih jadi penyumbang terbesar, dimana mayoritas korban PHK terjadi di Provinsi Jawa Barat.

Mengutip laman resmi satu data Kemnaker, pada Januari 2025 jumlah tenaga kerja yang ter-PHK mencapai 9.497 orang, dengan Provinsi Banten menjadi daerah paling terdampak, menyumbang 26,79% dari total nasional.

Selanjutnya pada Februari 2025 jumlahnya melonjak menjadi 17.796 orang, bulan dengan jumlah PHK tertinggi sepanjang tahun. Sebagian besar kasus terjadi di Provinsi Jawa Tengah, mencapai 45,86% dari total nasional.

Baca Juga: Stok BBM Makin Menipis, Karyawan SPBU Shell Dibayangi Ancaman PHK

Sementara pada Bulan Maret, jumlah tenaga kerja ter-PHK menurun drastis menjadi 4.987 orang, dengan Jawa Barat menjadi provinsi paling terdampak, menyumbang 25,83% dari total PHK nasional.

[ad_2]

Truk Terjun dari Tol Tangerang-Merak Timpa Mobil Pikap, 5 Orang Jadi Korban

[ad_1]

loading…

Truk tronton mengalami kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Tangerang – Merak tepatnya di kawasan atau terowongan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Foto/SIndoNews

BANTEN Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Tangerang – Merak tepatnya di kawasan atau terowongan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu (4/10/2025). Lima orang dilaporkan menjadi korban.

Peristiwa itu terjadi ketika truk tronton bernomor polisi B 2235 KIS yang melaju dari arah Jakarta menuju Merak di jalur tol. Secara tiba-tiba kendaraan berwarna putih tersebut hilang kendali menabrak pembatas jalan hingga terjun ke bawah.

Kondisi jalan tol yang berada di atas jalan arteri membuat beberapa kendaraan yang berada di bawah tertimpa tronton tersebut. Bahkan, sejumlah pria yang dilaporkan seorang Pak Ogah juga turut menjadi korban.

“Saat terjun bebas, truk tronton tersebut langsung menabrak beberapa kendaraan dan orang yang berada di bawah,”kata Yadi salah seorang warga yang tengah melintas.

Baca juga: Kronologi Bus Transjakarta Tabrak 4 Ruko di Pulogebang, Diduga Akibat Rem Blong

Dari informasi yang diperoleh, sang sopir truk dilaporkan meninggal dunia dan beberapa korban lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Kalau kendaraan yang tertimpa itu kaya pickup pengangkut dekorasi sama motor nmax termasuk pengendaranya,”kata dia.

Diketahui, seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Pihak kepolisian belum merilis data resmi identitas korban meninggal maupun luka-luka.

[ad_2]

Mahasiswa Korban Kekerasan Malah Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Polres Jakpus

[ad_1]

loading…

Mahasiswa kedokteran Universitas Yarsi berinisial AFS yang menjadi korban penganiayaan seniornya justru ditetapkan tersangka oleh Polres Jakarta Pusat. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA – Salah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Yarsi berinisial AFS yang menjadi korban penganiayaan seniornya yang merupakan Co Ass berinisial AE. Namun justru AFS menjadi tersangka oleh Polres Jakarta Pusat , dalam kejadian yang dialaminya pada Januari 2025 lalu itu.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Robby Heri Saputra menjelaskan, AFS menjadi tersangka karena AE juga melaporkan kasus yang sama yang terjadi di rumah kos kawasan Cempaka Putih. Robby menjelaskan, peristiwa berawal saat 5 Januari sekitar pukul 23.45 WIB, AFS bersama temannya mendatangi AE. ”Kedatangan mereka untuk menjelaskan soal kesalahpahaman yang berujung keributan antar keduanya,” katanya, Jumat (3/10/2025). Baca juga: Aniaya Karyawan Zaskia Mecca, Oknum TNI Ditangkap dan Ditahan di Denpom Jaya

Atas kejadian ini AFS dan AE saling lapor serta terjerat Pasal 351 KUHP. Meski tim penyidik berusaha berupaya restorative justice atau upaya perdamaian, namun hingga saat ini belum terjadi karena adanya permintaan yang belum terpenuhi. “Ya karena masih ada permintaan atau syarat-syarat yang belum dipenuhi,” ujarnya.

Sementara itu kuasa hukum AFS, Edo mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus ini terlebih dahulu pada pukul 03.00 dini hari pagi 6 Januari 2025 ke Polres Jakarta pusat. Edo juga mempertanyakan satu rangkaian kejadian terdapat dua laporan. “Di Unit Ranmor, AE ditetapkan menjadi tersangka karena telah terbukti melakukan penganiayaan terhadap AFS,” katanya.

Sementara Edo menyesalkan status tersangka juga dialamatkan kepada AFS atas laporan AE oleh Unit Kamneg. Di mana saksi pelapor tidak melihat kejadian sehingga tidak dihadirkan dalam rekonstruksi yang telah dilakukan pada 25 September 2025. “Ini bukan perkelahian melainkan penganiayaan yang dilakukan AE, karena klien saya AFS tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya.

(poe)

[ad_2]

Santri Korban Selamat Musibah Ponpes Al-Khoziny Jadi Anak Asuh Cak Imin

[ad_1]

loading…

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjenguk korban ambruknya musala lantai tiga Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). Foto/Istimewa

SIDOARJO – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengunjungi lokasi ambruknya musala lantai tiga Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum PKB ini menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menewaskan sejumlah santri dan melukai lainnya.

Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini. “Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan berat ini,” ujar Cak Imin di sela kunjungannya.

Selain memberikan dukungan moral, Cak Imin juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan beberapa korban selamat sebagai anak angkat. Mereka adalah Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana.

Baca juga: Cak Imin Minta Kader PKB Bantu Penanganan Musibah Robohnya Musala Pesantren Al Khoziny

Cak Imin menegaskan akan menanggung pendidikan mereka hingga perguruan tinggi. “Insyaallah, saya akan mengurus mereka sampai kuliah. Ini bentuk tanggung jawab moral agar mereka tetap punya masa depan yang cerah,” tegasnya.

Kehadiran Cak Imin di lokasi ponpes yang ambruk tersebut menjadi penguat bagi keluarga santri dan para korban yang tengah berjuang bangkit dari musibah.

(rca)

[ad_2]

Operasi SAR Musibah Ponpes Al-Khoziny Masuk Tahap Pencarian Korban Meninggal

[ad_1]

loading…

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban insiden ambruknya salah satu gedung Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo kini memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia. Foto/BNPB

SIDOARJO – Operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) terhadap korban insiden ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny , Buduran, Sidoarjo kini memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia. Proses pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat mulai hari ini.

“Mulai Kamis (2/10) pagi, proses dilakukan dengan bantuan alat berat setelah hingga saat itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melalui keterangannya, Kamis (2/10/2025).

Dia bersama Menko PMK Pratikno telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus dukungan. Pertemuan berlangsung di posko darurat BNPB yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada Kamis (2/10/2025) pagi.

Baca juga: Santri Korban Selamat Musibah Ponpes Al-Khoziny Jadi Anak Asuh Cak Imin

[ad_2]

Tim SAR Kembali Evakuasi 7 Korban Bangunan Ambruk di Ponpes Al Khoziny

[ad_1]

loading…

Tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi 7 korban dari reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Foto/Istimewa

SIDOARJOTim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi 7 korban dari reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo , Jawa Timur, Rabu (1/9/2025). Proses evakuasi ini dilakukan tanpa henti selama 24 jam.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, ketujuh korban dievakuasi dari sektor pencarian Site A1.

“Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tim harus lebih dulu membuka akses aman di tengah reruntuhan yang tidak stabil,” kata Yudhi dalam keterangan resminya.

Pada pukul 14.48 WIB, Tim SAR gabungan mengevakuasi korban ke-12 sudah dalam kondisi meninggal. Tidak lama berselang, pukul 15.22 WIB, Tim SAR kembali mengevakuasi korban ke-13, Haical, dalam kondisi selamat.

Baca Juga: Kisah Haical Santri Ponpes Al Khoziny, Selamat setelah Bertahan 2 Hari di Reruntuhan

[ad_2]