Arsip Tag: Pertamina

Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Jadi Saksi Persidangan Anak Riza Chalid

[ad_1]

loading…

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan eks Direktur Utama PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto/SindoNews

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan eks Direktur Utama PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Karen menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Karen dihadirkan Jaksa untuk terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa; Dimas Werhaspati selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim; serta Gading Ramadhan Joedo selaku Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM).

Dalam kesempatan tersebut, Karen terlihat mengenakan pakain berwarna hijau. Hakim sempat memerilsa identitas Karen Sebelum memberikan kesaksian. “Pensiunan Dirut Pertamina,” kata Karen saat ditanya pekerjaan oleh hakim.

Baca juga: KPK Panggil 2 Eks Petinggi Pertamina terkait Kasus LNG

Diketahui, Karen menjabat posisi tersebut pada periode 2009-2014. Selanjutnya, hakim menggali soal kenal atau tidaknya Karen dengan tiga terdakwa yang ada. Dari ketiganya, Karen pun mengaku hanya kenal denhan Kerry Adrianto yang merupakan anak dari pengusaha minyak, Riza Chalid.

[ad_2]

BBM Pertamina Tak Laku di Jual ke Swasta, SPBU Shell Layani Jasa Bengkel

[ad_1]

loading…

Suasana stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell yang mengalami kekosongan stok BBM di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/2/2025). FOTO/Aldhi Chandra

JAKARTA – Shell Indonesia belum mencapai kesepakatan dengan Pertamina terkait impor tambahan base fuel untuk memenuhi kelangkaan stok BBM di sejumlah SPBU.

President Director & Managing Director Mobility, Shell Indonesia, Ingrid Siburian mengatakan Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kembali tersedia di SPBU.

“Pembahasan business-to-business (B2B) terkait pasokan impor base fuel sedang berlangsung,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Senin (6/10/2025).

Baca Juga: Dirjen Migas ‘Paksa’ SPBU Swasta Beli BBM dari Pertamina: Mau Kosong atau Disepakati

Inggrid mengatakan, saat ini jaringan SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan produk BBM Shell V-Power Diesel serta produk dan layanan lainnya, termasuk Shell Select, Shell Recharge, jasa bengkel, dan pelumas Shell.

Ia menambahkan, pembaruan terkait ketersediaan produk BBM jenis bensin akan diinformasikan melalui saluran informasi resmi Shell Indonesia, termasuk situs web, layanan pelanggan, aplikasi Shell Asia, dan media sosial.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman kembali memanggil SPBU swasta dengan PT Pertamina untuk menegosiasikan pembelian base fuel PT Pertamina pada Jumat (3/10).

[ad_2]

Terlanjur Impor BBM, Kementerian ESDM Bujuk Ulang SPBU Swasta Beli Base Fuel dari Pertamina

[ad_1]

loading…

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membujuk ulang badan usaha SPBU swasta untuk membeli base fuel yang telah dikirim oleh PT Pertamina Patra Niaga. Foto/Dok

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membujuk ulang badan usaha SPBU swasta untuk membeli base fuel yang telah dikirim oleh PT Pertamina Patra Niaga. Langkah ini diambil untuk menutup kekurangan pasokan BBM yang terjadi di SPBU swasta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM , Laode Sulaeman menjelaskan sore nanti pihaknya akan mengumpulkan para operator SPBU swasta di kantor Ditjen Migas. Pertemuan tersebut dilakukan untuk melakukan negosiasi terkait kesepakatan pembelian base fuel yang belum menemukan titik terang.

“Kesepakatan tersebut saya akan dapatkan secara lengkap pada saat rapat nanti sore pukul 15.30 di kantor Migas. Jadi mungkin kita tunggu saja nanti sore ya, info yang lebih pasti lagi mengenai kesepakatan yang ada,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga: Alasan 3 SPBU Asing Batal Beli BBM, Pertamina Buka Suara Soal Kandungan Etanol

Ia mengatakan, saat ini base fuel telah terlanjur dibeli oleh PT Pertamina. Bahkan sudah dilakukan pengiriman dan sudah sampai di Indonesia, namun kandungan etanol dalam base fuel yang ditemukan membuat badan usaha batal melakukan pembelian.

“Kargonya dua, 100 ribu barel. Kalau informasi dari PT Pertamina, tanggal 2 Oktober (sampai di Indonesia). Berarti sudah masuk kemarin,” tambahnya.

Ia menegaskan, sebetulnya tidak ada masalah terkait kualitas BBM yang tercampur etanol. Sebab pencampuran etanol juga lumrah dilakukan oleh industri migas internasional. Bahkan, ia menyebut negara Brasil mencampur kadar etanol sampai 20% ke BBM.

[ad_2]

Kilang Pertamina di Dumai Meledak dan Terbakar

[ad_1]

loading…

Kilang Pertamina di Dumai, Riau, meledak dan terbakar pada Rabu (1/10/2025) malam. Tampak api besar dengan kepulan asap membubung. Foto/Tangkapan layar

JAKARTAKilang Pertamina di Dumai , Riau, meledak dan terbakar pada Rabu (1/10/2025) malam. Tampak api besar dengan kepulan asap membubung.

Area Manager Communication, Relations, & CSR RU Dumai Agustiawan mengatakan, tim pemadam di Kilang Dumai saat ini fokus pada penanganan kejadian di salah satu unit di kilang.

“Petugas penanganan diturunkan untuk dapat segera melakukan pemadaman ke lokasi kejadian untuk mengisolasi agar tidak meluas ke area lain,” ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Jamin Penyaluran BBM Aman Pasca Ledakan Kilang Dumai

Menurutnya, penyebab kejadian belum diketahui. Tim masih fokus pada upaya penanganan kejadian.

Dia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang membuat masyarakat sekitar terganggu kenyamannya. “Mohon bantuan doa dari masyarakat, agar kejadian ini dapat segera kami tangani dengan baik,” pungkasnya.

(zik)

[ad_2]

Harta Kekayaan Hasan Nasbi, Eks Kepala PCO yang Sekarang Jadi Komisaris Pertamina

[ad_1]

loading…

Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina setelah dicopot dari Kepala PCO. FOTO/PCO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) resmi menunjuk Hasan Nasbi sebagai anggota Dewan Komisaris efektif per 11 September 2025. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-247/MBU/09/2025 dan Keputusan Direktur Utama PT Danantara Asset Management Nomor SK.055/DI-DAM/DO/2025 selaku pemegang saham Pertamina.

“Berdasarkan salinan keputusan para pemegang saham, Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025,” kata VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, di Jakarta, Sabtu (20/9).

Baca Juga: Dicopot dari PCO, Hasan Nasbi dapat Komisaris Pertamina

Dengan masuknya Hasan Nasbi, jumlah anggota Dewan Komisaris Pertamina kini bertambah dari tujuh menjadi delapan orang. Penunjukan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah ia dicopot dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) pada 17 September 2025, seiring reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kursi Kepala PCO yang sebelumnya ditempati Hasan kini digantikan Angga Raka Prabowo, yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP). Lembaga baru TERSEBUT dibentuk sebagai hasil transformasi dari PCO.

Pencopotan Hasan dari PCO menutup dinamika panjang jabatannya yang sempat diwarnai tarik-ulur. Ia pernah mengajukan pengunduran diri, lalu membatalkannya, hingga akhirnya resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto.

Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 11 Oktober 1979. Ia menempuh pendidikan di SMAN 2 Bukittinggi sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) hingga meraih gelar sarjana pada 2004.

[ad_2]

Prabowo Panggil Menkeu dan Dirut Pertamina ke Istana, Bahas Apa?

[ad_1]

loading…

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (19/9/2025) sore. Foto/Binti Mufarida

JAKARTAPresiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (19/9/2025) sore. Dari pantauan SindoNewsi, Purbaya dan Simon tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB.

Prabowo Panggil Menkeu dan Dirut Pertamina ke Istana, Bahas Apa?

Purbaya mengaku dirinya belum bisa memastikan maksud dan tujuan Prabowo memanggilnya. Dia menyebut hanya akan memberikan laporan mengenai APBN ketika disinggung Prabowo dalam rapat terbatas nanti.

Baca juga: Purbaya Mendadak Telepon Kring Pajak Tanya Soal Coretax: Mereka Mengibuli Saya Kayaknya

“Enggak ada yang dilaporin. Mungkin kalau tanya APBN akan saya jelaskan APBN sedikit. Tapi enggak ada spesifik,” kata Purbaya sebelum bertemu Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Purbaya juga telah melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025) kemarin. Pada saat itu, hadir juga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

[ad_2]

Pertamina Hulu Energi Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Energi Nasional

[ad_1]

loading…

VP D&P Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower, Jakarta, Kamis (18/9). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan sekaligus swasembada energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui strategi yang menyeimbangkan tiga pilar utama, yakni ketahanan energi (energy security), keterjangkauan (affordability), dan keberlanjutan (sustainability).

VP D&P Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi, menjelaskan fokus utama perusahaan adalah menjaga sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi agar sejalan dengan target swasembada energi pemerintah.

“Bagaimana kita bisa mempertahankan bahkan meningkatkan produksi, itu menjadi kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower, Jakarta, Kamis (18/9).

Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua

Devialina mengakui, upaya meningkatkan produksi bukan tanpa tantangan. Sebagian besar lapangan migas Indonesia sudah berusia tua sehingga membutuhkan teknologi baru dan pendekatan inovatif agar tetap produktif. “Banyak inovasi yang harus dilakukan, seperti eksplorasi, penerapan enhanced oil recovery (EOR), dan akselerasi pengembangan lapangan migas untuk menjaga produksi,” katanya.

Selain pasokan energi, PHE juga menekankan pentingnya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat maupun industri. Menurut Devialina, keterjangkauan energi menjadi aspek vital untuk mendorong pembangunan nasional sekaligus menjaga daya saing industri domestik.

Pilar lain yang juga menjadi perhatian adalah keberlanjutan. Sejalan dengan agenda transisi energi nasional, PHE terus berinovasi menuju energi hijau. Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon dari kegiatan produksi migas.

[ad_2]