Hasil survei IPO menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden (Wapres) tinggi. Foto/SIndoNews
JAKARTA – Temuan menarik terjadi dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) dalam mengukur kepuasan publik atas kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden (Wapres) RI. Hasilnya, angka ketidapuasan publik lebih tinggi dibanding mereka yang merasa puas.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menyampaikan pengukuran tingkat kepuasan ini bukanlah dalam kapasitas menguji persepsi publik terhadap kinerja Gibran secara individu. Mengingat, Wakil Presiden tidak memiliki kewenangan melekat kecuali dalam melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh Presiden.
“Pertanyaan ini hanya mengukur seberapa puas publik dengan keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mendampingi Presiden Prabowo Subianto,” kata Dedi, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Poltracking Indonesia: 78,1% Masyarakat Puas
Temuan IPO menunjukkan dari sisi angka, kepuasan terhadap Gibran cenderung rendah. Dilihat dari data yang menyatakan sangat puas hanya 2%, yang menyatakan puas ada 27%. “Gabungan tren kepuasan hanya berada di angka 29%,” ujarnya.
Haris Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober, dan sejarahnya tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Foto ilustrasi/ist
Bagaimana sebenarnya asal usul dan sejarah ditetapkannya Hari Santri Nasional ? Seperti diketahui, setiap tanggal 22 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, sebuah momen penting untuk mengenang jasa para santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun 2025 ini, Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” yang mencerminkan semangat kaum santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah tantangan global. Peringatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap kontribusi santri dalam sejarah perjuangan bangsa serta peran mereka dalam membangun karakter dan moral masyarakat Indonesia.
Sejarah Hari Santri di Indonesia
Penetapan Hari Santri bermula pada tahun 2014, saat ratusan santri Pondok Pesantren Babussalam di Malang mengusulkan agar ada hari khusus untuk mengenang perjuangan kaum santri. Saat itu, Joko Widodo yang masih menjadi calon presiden menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut.
Setahun berselang, pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan tanggal ini merujuk pada peristiwa bersejarah Resolusi Jihad 1945 yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Resolusi Jihad tersebut dikeluarkan untuk menyerukan kewajiban seluruh umat Islam membela tanah air dari ancaman penjajah setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Seruan itu menjadi semangat yang membakar perlawanan rakyat dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Penetapan Hari Santri memiliki tiga dasar utama:
Mengakui peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta mengisi kehidupan berbangsa. Meneladani perjuangan para santri dan kiai sebagai penggerak nasionalisme dan penjaga keutuhan NKRI.
Mengabadikan momen historis 22 Oktober 1945 sebagai tonggak perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Menurut KH Abdul Ghofar Rozin dari PBNU, Hari Santri juga menjadi pengingat pentingnya peran jaringan pesantren dalam menjaga perdamaian dan keseimbangan bangsa. Para kiai dan santri telah menunjukkan sikap moderat dan toleran sejak masa pra-kemerdekaan hingga kini, menjadikan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter bangsa.
Kementerian Agama menegaskan bahwa tema tahun 2025 ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” merupakan refleksi dari peran santri masa kini bukan hanya penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga bagian dari pembangunan global melalui ilmu dan akhlak.
Hari Santri kini tidak lagi sebatas agenda pesantren, tetapi telah menjadi hari nasional penuh makna, yang mengingatkan masyarakat bahwa semangat jihad, pengabdian, dan cinta tanah air para santri adalah bagian penting dari sejarah panjang Indonesia. (M/G Nesya Naila Naulia)
Baca juga: Rayakan HSN, Ini Contoh Ceramah Hari Santri 2025 yang Penuh Makna
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025) dalam rangka 1 tahun pemerintahan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Foto: Biro Setpres
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025) dalam rangka 1 tahun pemerintahan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Prabowo mengibaratkan pemerintahannya seperti tim sepak bola, ada yang ditugasi sebagai striker dan cadangan.
Prabowo berterima kasih kepada timnya yang sudah bekerja keras selama setahun ini. “Kalau diibaratkan kita adalah tim sepak bola. Saya boleh dianggap sebagai manajer, coach. Saudara adalah pemain-pemain,” ujar Prabowo, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Satu Tahun Kinerja Kementerian Hukum, Pilar Kuat Mendukung Visi Prabowo-Gibran
Di awal pemerintahan, menteri yang dipakai sebagai striker atau bertugas merebut hasil terbaik secara cepat. Prabowo juga menyebut ada yang masih berstatus cadangan atau belum diperankan secara maksimal.
“Saudara-saudara, ada dalam babak-babak pertama ini, awal-awal kita, ada yang striker, ada yang bertahan. Ada yang cadangan, masih nunggu kapan diperankan secara maksimal,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto menyebut kebijakan tarif yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai sebuah wake-up call atau peringatan bagi Indonesia. Foto/Dok
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyebut kebijakan tarif yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai sebuah “wake-up call” atau peringatan bagi Indonesia untuk tidak terlalu bergantung pada satu pasar ekspor.Menurut Prabowo, kebijakan tarif Trump tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama ekonomi ke berbagai negara dan blok perdagangan internasional.
Hal itu diungkapkan Prabowo pada sesi puncak Forbes Global CEO Conference 2025 bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr (Steve Forbes) di Hotel St Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.
“Bagi kami, ini adalah sebuah wake-up call, jadi saya katakan kepada tim saya dan saya akan bicara dengan para pebisnis, kita harus lebih efisien, kita harus lebih berani, kita harus lebih tidak selalu bergantung pada pasar yang mudah, oh Amerika Serikat, Amerika Serikat,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, saat ini Indonesia telah memperkuat kemitraan melalui sejumlah perjanjian ekonomi seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA), dan tengah dalam proses menjadi anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
Selain itu, Indonesia juga telah resmi bergabung dengan blok ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). “Kami juga bergabung dengan OECD, kami telah meminta untuk bergabung, kami telah bergabung dengan BRICS , jadi kami yakin bahwa kami harus berada di semua pasar yang kami bisa,” ucap Prabowo.
Prabowo menekankan, sekalipun memperluas jangkauan global, pasar domestik tetap menjadi prioritas utama. Dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa, Ia menilai penguatan daya beli masyarakat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengatakan tawaran Presiden Rusia Vladimir Putin untuk secara sukarela mempertahankan batasan senjata nuklir strategis yang dikerahkan “kedengarannya ide bagus”. Itu dianggap sebagai langkah Washington menghindari perang nuklir dengan Moskow.
Bulan lalu, Putin mengusulkan untuk mempertahankan batasan sukarela pada ukuran dari dua persenjataan nuklir terbesar di dunia, sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian New START 2010, jika Washington setuju untuk melakukan hal yang sama. Pakta tersebut akan berakhir pada bulan Februari.
“Kedengarannya seperti ide yang bagus bagi saya,” kata Trump kepada para wartawan saat meninggalkan Gedung Putih ketika ditanya tentang usulan Putin, dilansir CNA.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan pekan lalu bahwa Moskow masih menunggu tanggapan resmi dari Washington atas tawaran Putin untuk mempertahankan batasan sukarela pada senjata strategis yang dikerahkan setelah perjanjian tersebut berakhir.
Kesepahaman baru apa pun akan menandai momen kerja sama yang langka di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara sejak Trump dan Putin bertemu di Alaska pada pertengahan Agustus, ketika muncul laporan tentang pesawat tanpa awak Rusia yang memasuki wilayah udara NATO.
Petani menanam padi di lahan persawahan Kulon Progo Yogyakarta, Kamis (24/10/2024). Foto/Arif Julianto
JAKARTA – Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute R. Haidar Alwi menilai keberhasilan pemerintah menjaga stok beras hingga rekor tertinggi adalah capaian besar yang menunjukkan keseriusan negara. Dia melihat pencapaian ini sebagai langkah strategis untuk menjaga martabat bangsa.
“Pangan bukan hanya soal kenyang, tetapi soal martabat bangsa. Jika rakyat makan dengan tenang, maka bangsa ini berdiri dengan kepala tegak,” ucap Haidar Alwi, Minggu (5/10/2025).
Dia menjelaskan, Program Leuit Rakyat yang digagasnya hadir sebagai pelengkap upaya negara. Dengan menghidupkan lumbung desa dan menghubungkannya dengan Bulog, kata dia, Indonesia membangun ketahanan dari bawah.
Baca juga: Ketum GP Ansor: Siapa Ganggu Pangan, Berhadapan dengan 100.000 Banser Patriot Ketahanan Pangan!
“Kedaulatan pangan lahir dari desa, lalu mengalir ke kota, hingga akhirnya menguatkan negara,” kata Haidar Alwi.
Namun, lanjut dia, martabat itu tidak akan tegak bila distribusi pangan terganggu. Di sinilah peran Polri Presisi menjadi sangat menentukan untuk memastikan jalannya distribusi yang adil dan aman.
Menurut dia, tidak ada pembangunan tanpa stabilitas. Dia menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan program Presisi memastikan ruang sosial tetap aman.
Dikatakannya, Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pengawal jalannya distribusi pangan, bantuan sosial, dan keamanan rakyat. “Polri adalah tiang yang menjaga agar rumah bangsa tidak goyah. Tanpa stabilitas, semua program hanyalah wacana,” tegasnya.
Re:Create Stage dalam rangkaian pameran perdana interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA – Pameran perdana interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI) berhasil menutup gelaran akbarnya pada 24-27 September 2025. Bersamaan dengan IFMAC & WOODMAC, ajang terintegrasi ini sukses menyatukan rantai pasok industri furnitur, desain interior, perangkat keras, hingga mesin pengolahan kayu paling lengkap di Asia Tenggara.
Antusiasme pasar tercermin dari jumlah kehadiran yang memuaskan. Total 13.689 pengunjung bisnis memadati JIExpo Kemayoran, Jakarta, untuk bertemu dengan 482 peserta pameran yang berasal dari 49 negara. Pencapaian ini menegaskan peran strategis Indonesia yang kian kokoh sebagai pusat desain, produksi, dan inovasi manufaktur regional.
“Debut ini merupakan awal yang kuat untuk menjadikan interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia sebagai platform jangka panjang di Asia Tenggara,” ujar Managing Director & VP Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kuepper, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/10).
Baca Juga: Kolaborasi dan Inovasi Industri Furnitur Perkuat Daya Saing Global
Pihaknya menargetkan lebih banyak partisipasi internasional dan paviliun nasional pada tahun mendatang. Senada dengan Koelnmesse, Direktur WAKENI, Rini Sumardi, menyebut kolaborasi pameran ini berhasil menyatukan seluruh mata rantai industri, mulai dari bahan baku mentah hingga solusi akhir. Sorotan utama acara terletak pada Re:Create Stage, yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai material sirkular, konsep desain multifungsi, hingga ekosistem material alternatif.
Gustavo Petro, Presiden Kolombia yang caci maki Israel sebagai Nazi baru dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Dia juga demo pro-Palestina di New York. Foto/Periodico 26
JAKARTA – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva telah mencium kepala Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai penghormatan atas pidatonya yang berani di Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, Petro mencaci maki Israel dengan sebutan “Nazi baru”.
Dia juga menyerukan pembentukan pasukan militer internasional, termasuk dari negara-negara Asia, untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Zionis Israel.
Petro mendorong dunia internasional untuk melawan “tirani dan totalitarianisme”, yang menurutnya, disebarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan NATO.
“Kita membutuhkan pasukan yang kuat dari negara-negara yang tidak menerima genosida. Itulah sebabnya saya mengajak bangsa-bangsa di dunia dan rakyatnya, lebih dari segalanya, sebagai bagian integral dari umat manusia, untuk menyatukan senjata dan pasukan. Kita harus membebaskan Palestina,” ujarnya dalam pidato hari Selasa lalu.
Baca Juga: Presiden Kolombia Serukan Tentara Internasional untuk Membebaskan Palestina
Petro lebih lanjut menegaskan bahwa sudah saatnya untuk bertindak, bukan sekadar kata-kata, menekankan bahwa “mereka tidak hanya akan mengebom Gaza, bukan hanya Karibia seperti yang telah mereka lakukan, tetapi seluruh umat manusia yang menuntut kebebasan.”
Tak hanya lantang di podium PBB, Presiden Kolombia ini juga turun ke jalan di New York—bergabung dengan demonstran yang memprotes genosida militer Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Keberaniannya telah membuat pemerintah Amerika Serikat terusik, yang pada akhirnya mencabut visa Petro. Menurutnya Petro, tindakan AS ini jelas merupakan pelanggaran aturan PBB.
Profil Gustavo Petro yang Gigih Bela Palestina
Mengutip laman Britannica, Gustavo Petro lahir pada 19 April 1960 di Ciénaga de Oro, Kolombia. Dia adalah seorang politikus dan mantan anggota kelompok gerilya Marxis Gerakan 19 April (M-19)—yang pada tahun 2022 menjadi orang kiri pertama yang menjabat sebagai presiden Kolombia.
Kemungkinan besar merupakan keturunan Italia atau Roma, Petro lahir di Ciénaga de Oro, sebuah kota kecil di wilayah peternakan sapi dan kapas di negara bagian Cordoba di Kolombia barat laut.
Setelah keluarganya pindah, dia tumbuh besar sekitar 50 km (30 mil) di timur laut Bogotá di kota pertambangan garam Zipaquirá, Cundinamarca, di mana dia menyaksikan kemiskinan yang berdampak seumur hidup padanya, begitu pula pengalaman awalnya dengan para organisator buruh, yang turut membentuk apa yang kelak menjadi pandangan dunia kirinya.
Semasa kecil, dia gemar membaca biografi dan bercita-cita menulis novel kriminal. Dia juga mengagumi novelis peraih Nobel Gabriel García Márquez, yang pernah bersekolah di sekolah Katolik tempat Petro menempuh pendidikan awalnya, Colegio Nacional de La Salle, di Zipaquirá.
Vision+ menghadirkan microdrama terbaru berjudul Bosku Cintaku yang mengangkat kisah kehidupan perkantoran. (Foto/Muhammad Fadli)
JAKARTA – Tren microdrama semakin digemari oleh masyarakat Indonesia. Melihat fenomena ini, Vision+ menghadirkan microdrama terbaru berjudul “Bosku Cintaku” yang mengangkat kisah kehidupan perkantoran, dibalut dengan romansa dan komedi segar.
Head of Production Vision+ Thaleb Wahjudi mengatakan, microdrama kini menjadi salah satu fokus utama platform streaming tersebut. Sebab, ini menjadi salah satu yang diminati masyarakat Indonesia, sehingga Vision+ berusaha memberikan yang diingin pasar.
“Ya, saat ini mikrodrama menjadi fokus utama di Vision Plus karena kami ingin menjangkau pasar yang lebih luas dan kami ingin menjadi market leader di segmen microdrama dengan menyajikan tema-tema yang relevan dan disukai oleh penonton masa kini,” kata Thaleb di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Thaleb mengungkapkan, semua yang terlihat di Bosku Cintaku ingin memberikan sesuatu yang berbeda dalam ceritanya. Sehingga ada banyak unsur di dalamnya yang akan membuat penonton terhibur.
“Yang unik dari Bosku Cintaku tentunya membawa dunia kerja, perkantoran dibalut dengan kisah romantis dan komedi dari kedua pokok yang saling bertolak belakang, yaitu Rizka dan juga Daniel,” ujarnya.
Menteri Hukum (Menkum) RI, Supratman Andi Agtas saat menghadiri 17th Heads of BRICS Intellectual Property Offices Meeting yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada 21–23 September 2025. Foto/Ist
RIO DE JANEIRO – Menteri Hukum (Menkum) RI, Supratman Andi Agtas menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang kekayaan intelektual . Hal itu ia sampaikan saat menghadiri 17th Heads of BRICS Intellectual Property Offices Meeting yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada 21–23 September 2025.
Kesempatan tersebut merupakan kali pertama Indonesia hadir dalam pertemuan penting di bidang kekayaan intelektual sejak resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025.
Dalam sambutannya, Supratman menekankan, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai inisiator kerja sama strategis. Salah satu langkah penting adalah memperkenalkan Protokol Jakarta, sebuah kerangka kerja kolaboratif yang digagas Indonesia untuk menjawab tantangan kekayaan intelektual, khususnya hak cipta di era digital.