Arsip Tag: Sebelum

Kajian Soal Kenaikan Tarif Transjakarta hingga JakLingko Rampung sebelum Akhir Tahun

[ad_1]

loading…

Bus Transjakarta. Foto/Dok SindoNews/Arif Julianto

JAKARTA – Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik dan Sosial Chico Hakim menanggapi isu rencana kenaikan tarif layanan Transjakarta hingga Mikrotrans atau JakLingko di tengah pemangkasan dana bagi hasil (DBH) atau dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Menurutnya, kajian kenaikan tarif yang bergantung pada ability to pay dan willingnes to pay (ATP/WTP) tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini.

“Sebelum akhir tahun,” kata Chico saat dikonfirmasi, Rabu (5/11/2025).

Chico menyebut, meski ada pemangkasan subsidi transportasi atau Public Service Obligation (PSO) dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, tidak otomatis tarif layanan transportasi seperti Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta naik. Menurutnya, besaran angka kenaikan tidak akan langsung signifikan demi menjaga keberlanjutan layanan.

Baca Juga: Subsidi Transportasi di Jakarta Dipangkas, Tarif Bus Transjakarta Naik 2026?

“Pemangkasan subsidi ini belum otomatis menyebabkan kenaikan tarif pada 2025. Keputusan kenaikan akan bergantung pada hasil kajian “ability to pay” (kemampuan bayar) dan “willingness to pay” (kemauan bayar) masyarakat, yang sedang dilakukan oleh Pemprov DKI. Wacana kenaikan kemungkinan baru terealisasi di 2026, dengan besaran yang masih dikaji—bukan langsung signifikan, tapi untuk menjaga keberlanjutan layanan,” ucapnya.

[ad_2]

Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Aturan Guru Cicipi MBG sebelum Dibagikan ke Siswa

[ad_1]

loading…

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tidak ada aturan soal kewajiban guru mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan ke siswa. Guru hanya membantu mendistribusikan MBG.

“Kalau mencicipi MBG nggak ada,” kata Mukti di kantornya, Rabu (22/10/2025).

Pelibatan guru dalam program unggulan presiden Prabowo Subianto hanya dalam pendistribusian makanan, sesuai surat edaran yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Itu bukan mencicipi itu, mereka itu sudah ada surat edarannya dari kepala Badan Gizi. Mereka adalah guru atau tenaga kependidikan yang membantu pengorganisasian dan distribusi Makan Bergizi Gratis di sekolah masing-masing. Bukan mencicipi ya, nggak ada mencicipi. Sudah ada itu, surat edaran badan gizinya, nanti dilihat lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Guru Penanggung Jawab Program MBG Dapat Insentif, Segini Besarannya

[ad_2]

Mati Sebelum Berkembang’? Alasan Mengapa Model Murah Tesla Diprediksi Gagal Total di Pasar

[ad_1]

loading…

Dengan harga tanggung, fitur yang dipangkas secara ekstrem, dan skema pembiayaan yang menjebak, Tesla dinilai mengulang resep kegagalan Cybertruck RWD. Foto: ist

JERMAN – Peluncuran varian “terjangkau” dari Tesla Model 3 dan Model Y pada 7 Oktober 2025 lalu, yang seharusnya menjadi gebrakan untuk menjangkau pasar massal, justru disambut dengan skeptisisme tajam dari analis dan investor.

Alih-alih menjadi katalis pertumbuhan baru, aksi korporasi ini dinilai memiliki resep kegagalan yang sama dengan produk Tesla yang ditarik dari pasar sebelumnya.

Dengan serangkaian kelemahan strategis—mulai dari harga yang tidak cukup murah, pemangkasan fitur yang parah, hingga skema pembiayaan yang ganjil—kedua model ini berisiko tinggi untuk “mati sebelum berkembang” (dead on arrival).

1. Kritik Harga: Terlalu Mahal dan Melanggar Janji

Mati Sebelum Berkembang'? Alasan Mengapa Model Murah Tesla Diprediksi Gagal Total di Pasar

Tesla membanderol Model 3 Standar seharga USD36.990 (sekitar Rp592 juta) dan Model Y Standar seharga USD39.990 (sekitar Rp640 juta). Harga ini gagal memenuhi ekspektasi pasar dan janji Elon Musk sendiri untuk menghadirkan mobil listrik seharga USD25.000 (sekitar Rp400 juta).

Kegagalan mencapai target harga ini semakin ironis jika melihat data dari BloombergNEF, yang menunjukkan biaya sel baterai Li-ion telah anjlok dari USD157/kWh pada 2018 menjadi hanya USD78/kWh pada 2024. Seharusnya, dengan penurunan biaya komponen utama, Tesla mampu menawarkan harga yang jauh lebih kompetitif.

Sebaliknya, kompetitor justru telah mendahului Tesla di segmen ini. Chevrolet Equinox EV dijual mulai dari USD32.995 (Rp528 juta), sementara Hyundai Ioniq 5 model 2026 akan dimulai dari USD35.000 (Rp560 juta). Posisi harga Tesla yang “tanggung” membuatnya kalah bersaing.

2. Kompromi Ekstrem: ‘Tesla Experience’ yang Hilang

Untuk mencapai harga tersebut, Tesla melakukan pemangkasan fitur secara ekstrem yang dinilai merusak proposisi nilai dan “pengalaman Tesla” itu sendiri. Beberapa kompromi yang paling dikritik antara lain:

Frunk (bagasi depan) tidak lagi kedap air karena paking karet dihilangkan.

[ad_2]