Arsip Tag: Silfester

Hamid Awaluddin Tegaskan Tidak Ada Permohonan Maaf Silfester Matutina kepada JK

[ad_1]

loading…

Silfester Matutina. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang juga merupakan sahabat dari Jusuf Kalla (JK), Hamid Awaluddin, mengungkap bahwa tidak pernah ada permohonan maaf yang dilakukan oleh Silfester Matutina kepada JK. Hamid mengaku sudah menanyakan langsung kepada JK soal pihak Silfester membuat pengakuan kepada publik bahwa sudah ada permintaan maaf secara langsung kepada JK.

“Saya tanya Pak JK, enggak ada itu tentang minta maaf dalam rangka ini,” kata Hamid dalam program Rakyat Bersuara yang tayang di iNews, Selasa (14/10/2025).

Hamid juga pernah mengonfirmasi pengakuan itu kepada Sofyan Wanandi yang disebut sebagai sosok yang turut memfasilitasi pertemuan Silfester dengan JK.

Baca Juga: Komjak Sebut Kejari Jaksel 6 Kali Panggil Silfester Matutina, tapi Tak Pernah Hadir

“Saya tanya yang ada di foto, Pak Sofyan Wanandi, enggak ada itu. Bisa saja kita (kata Sofyan) berfoto, abis ketemu berfoto itu lumrah, tapi saya tidak pernah melihat menyaksikan ada permintaan maaf dari Silfester ke Pak JK dalam kasus pidana ini,” ujarnya.

[ad_2]

Komjak Sebut Kejari Jaksel 6 Kali Panggil Silfester Matutina, tapi Tak Pernah Hadir

[ad_1]

loading…

Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) Nurokhman menuturkan bahwa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) telah mengirimkan enam surat panggilan terhadap Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina . Namun, Silfester tak pernah hadir.

“Mulai dari pelaksanaan putusan dengan prosedural, menerbitkan surat penetapan pelaksanaan eksekusi dan telah juga memanggil yang bersangkutan di 2 bulan terakhir itu sudah 6 kali pemanggilan,” kata Nurokhman dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (14/10/2025) malam.

Nurokhman menuturkan, panggilan yang sudah dilayangkan oleh pihak Kejari Jakarta Selatan itu tak dipenuhi Silfester. “Faktanya, hingga saat ini karena yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut. Betul, karena memang yang bersangkutan belum diketahui alamatnya di mana,” ujarnya.

Baca Juga: Kejagung Minta Pengacara Hadirkan Silfester Matutina: Katanya kan Ada di Jakarta

Di sisi lain, Nurokhman terus mendorong agar pihak kejaksaan segera melakukan eksekusi terhadap Silfester. Hal itu, lanjut dia, agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tak berkurang.

[ad_2]

Sahabat Silfester Kritik Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi: Dia Cuma Cari Panggung

[ad_1]

loading…

Sahabat Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, Dian Murni menuding pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan hanya mencari panggung di kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA – Sahabat Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, Dian Murni menuding pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan hanya mencari panggung di kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (14/10/2025).

Dia menyoroti Roy Suryo yang mengaku telah mendapatkan legalisir ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta. Ijazah itu harus dibandingkan dengan yang asli. “Harus ada aslinya, tidak bisa saya bilang ini asli, harus kita buktikan dengan yang asli,” ujar Dian.

Baca juga: ANRI Tak Punya Arsip Ijazah Jokowi, Bonatua: Ada Konsekuensi Pidana

Apa yang disampaikan Roy Suryo adalah bohong. Menurut dia, selama ini Roy Suryo hanya mencari panggung di kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. “Berbohong, berbohong. Roy Suryo Cs, mereka cari panggung,” ucapnya.

Dian juga menyoroti rekam jejak Roy Suryo sebagai orang yang berkontroversi. “Track record, kalau orang mencari kebenaran kan dia harus tahu dirinya benar dulu baru dia mencari kebenaran. Sedangkan dirinya saja nggak benar, gimana mau cari kebenaran. Saat dia jadi menteri kan dia bawa-bawa panci,” ujarnya.

Roy Suryo yang mendengar ucapan Dian Murni meradang. Perdebatan antarkeduanya terjadi. “Hei ngawur ini bohong, bohong kamu. Bohong besar kamu. Orang nggak ngerti putusan pengadilan kayak gini nih,” sindirnya.

(jon)

[ad_2]