Arsip Tag: Swasembada

Malam Ini Prabowo Panggil Menteri Bahas Swasembada Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

[ad_1]

loading…

Malam Ini Prabowo Panggil Menteri Bahas Swasembada Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTAPresiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (5/10/2025) malam. Pemanggilan pembantu presiden ini fokus pada program-program yang telah dicanangkan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut jika diskusi presiden dengan menteri ini tidak membahas soal pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (4/10/2025) sore. Pertemuan ini, lanjut dia, membahas program swasembada pangan dengan menteri terkait.

Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden

“Malam ini benar-benar fokus ke beberapa program pemerintah yang sudah kita canangkan. Di antaranya mengenai swasembada pangan. Sekali lagi pangan bagi kita itu menjadi hal yang utama, kita harus menjamin ketersediaan pangan,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).

Selain Swasembada pangan, presiden juga menyoroti soal pentingnya ketahanan energi. Presiden menekankan pentingnya peta jalan yang jelas agar Indonesia mengurangi ketergantungan pasokan energi dari luar negeri.

“Kemudian tadi juga bicara mengenai ketahanan energi, bagaimana kita roadmap yang jelas untuk bisa mengurangi ketergantungan energi kita dari luar negeri,” ucapannya.

[ad_2]

Mimpi Swasembada Beras Dapat Terwujud Tahun Ini

[ad_1]

loading…

Diungkap bahwa hingga 18 September 2025, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 56,45 persen, atau setara 5,6 juta ton dari total alokasi nasional sebesar 9,5 juta ton. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Pertanian ( Mentan ), Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok pupuk subsidi saat ini dalam status aman. Menurutnya, ketersediaan pupuk cukup untuk memenuhi kebutuhan musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2025/2026.

“Kita pastikan pupuk subsidi tersedia, cukup, dan dapat diakses petani. Ini penting untuk menjaga produktivitas nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya, Minggu (21/9/2025).

Diungkap bahwa hingga 18 September 2025, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 56,45%, atau setara 5,6 juta ton dari total alokasi nasional sebesar 9,5 juta ton. Dengan terjaminnya pasokan pupuk, Mentan optimis swasembada beras dapat segera tercapai.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk Subsidi, Pastikan Musim Tanam Lancar

“InsyaAllah tahun ini mimpi kita untuk swasembada beras dapat terwujud. Target yang seharusnya dicapai dalam empat tahun, InsyaAllah bisa kita raih lebih cepat pada tahun ini,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah menyebut bahwa untuk memperkuat tata kelola distribusi pupuk, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengedepankan prinsip 7T.

Ini mencakup tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat harga, tepat jenis, tepat mutu, dan tepat penerima. Ia menambahkan bahwa stok nasional telah disiapkan sesuai kebutuhan musim tanam.

[ad_2]

Pertamina Hulu Energi Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Energi Nasional

[ad_1]

loading…

VP D&P Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower, Jakarta, Kamis (18/9). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan sekaligus swasembada energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui strategi yang menyeimbangkan tiga pilar utama, yakni ketahanan energi (energy security), keterjangkauan (affordability), dan keberlanjutan (sustainability).

VP D&P Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi, menjelaskan fokus utama perusahaan adalah menjaga sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi agar sejalan dengan target swasembada energi pemerintah.

“Bagaimana kita bisa mempertahankan bahkan meningkatkan produksi, itu menjadi kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower, Jakarta, Kamis (18/9).

Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua

Devialina mengakui, upaya meningkatkan produksi bukan tanpa tantangan. Sebagian besar lapangan migas Indonesia sudah berusia tua sehingga membutuhkan teknologi baru dan pendekatan inovatif agar tetap produktif. “Banyak inovasi yang harus dilakukan, seperti eksplorasi, penerapan enhanced oil recovery (EOR), dan akselerasi pengembangan lapangan migas untuk menjaga produksi,” katanya.

Selain pasokan energi, PHE juga menekankan pentingnya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat maupun industri. Menurut Devialina, keterjangkauan energi menjadi aspek vital untuk mendorong pembangunan nasional sekaligus menjaga daya saing industri domestik.

Pilar lain yang juga menjadi perhatian adalah keberlanjutan. Sejalan dengan agenda transisi energi nasional, PHE terus berinovasi menuju energi hijau. Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon dari kegiatan produksi migas.

[ad_2]