Arsip Tag: Tewas

Banjir Terjang Kabupaten Brebes, 2 Orang Tewas

[ad_1]

loading…

Dua orang tewas akibat banjir yang melanda Kabupaten Brebes. Foto/SindoNews

JAKARTA – Dua orang tewas akibat banjir yang melanda Kabupaten Brebes pada Sabtu, 8 November 2025. Korban diduga tewas setelah terseret banjir bandang dan tersengat listrik.

“Dari Kabupaten Brebes dilaporkan dua orang meninggal dunia akibat banjir yang melanda wilayah produsen bawang merah terbesar di Indonesia pada Sabtu (8/11),” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (9/11/2025).

Selain korban tewas, enam orang warga harus mengungsi di rumah tetangga. Abdul mengatakan, Banjir di Brebes terjadi akibat luapan sungai dan berdampak di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Bantarkawung.

Baca juga: 23 Orang Hilang Akibat Banjir Bandang di Kabupaten Nduga Papua

Selain itu, Jembatan Bantarwaru yang menghubungkan desa Bangbayang-Bantarwaru-Pengarasan putus. Abdul mengatakan hujan disertai angin kencang telah menimbulkan kerusakan rumah warga di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Terjangan angin menyebabkan dua unit rumah rusak berat dan sepuluh rumah lainnya rusak ringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes telah melakukan asesmen di lapangan dan mengevakuasi warga terdampak. Sebagai informasi, Kecamatan Sirampog berada di wilayah perbukitan curam dengan ketinggian 875–1.000 mdpl.

Dari beberapa laporan kejadian bencana terdahulu, wilayah ini juga rawan pergerakan tanah yang dipicu oleh faktor cuaca. Berdasarkan data bencana BNPB, pada pertengahan April 2025, telah terjadi fenomena gerakan tanah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, yang merusak 114 unit rumah.

[ad_2]

Tewas Akibat Pintu Mobil Tak BIsa Dibuka, Tesla Digugat

[ad_1]

loading…

Tewas Akibat Pintu Mobil Tak Bisa Dibuka. FOTO/ CARScoops

TEXAS – Satu keluarga di negara bagian Wisconsin menggugat produsen kendaraan listrik (EV) Tesla setelah lima orang tewas terjebak di dalam kendaraan saat terbakar.

Seperti dilansir dari New York Post, Jeffrey Bauer, 54, dan istrinya, Michelle, 55, termasuk di antara korban tewas setelah Tesla Model S yang mereka tumpangi menabrak pohon dan terbakar di Verona pada 1 November tahun lalu.

“Semua penumpang tidak dapat melarikan diri ketika pintu Tesla tidak dapat dibuka, sehingga mereka terjebak”

“Seorang pemilik rumah menelepon layanan darurat setelah mendengar penumpang berteriak minta tolong di dalam Tesla,” menurut gugatan yang diajukan oleh keempat anak Jeffrey dan Michelle.

[ad_2]

Hujan Deras dan Angin Kencang di Jaksel, Pengendara Lexus Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

[ad_1]

loading…

Pengendara mobil Lexus tewas di lokasi akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta, Minggu (26/10/2025). Foto/Yudistiro Pranoto

JAKARTA – Pengendara mobil Lexus tewas di lokasi akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta, Minggu (26/10/2025). Peristiwa itu terjadi saat hujan deras dan angin kencang melanda Jakarta Selatan.

Menurut Subagya, saksi mata yang bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. “Hujan deras dan angin kencang saat pohon tumbang,” ujarnya.

Korban langsung dievakuasi oleh warga sekitar. Jenazahnya kemudian dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat macet.

Sementara, hujan deras yang melanda kawasan Jakarta pada Minggu (26/10/2025) ini menyebabkan dua RT di kawasan Jakarta Selatan, tergenang.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 2 RT,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (26/10/2025).

[ad_2]

Tidak Semua Sandera yang Tewas Dikembalikan ke Israel pada Senin

[ad_1]

loading…

Warga Palestina yang kembali ke rumah mereka menghadapi kerusakan parah saat mereka mulai kembali ke rumah mereka di Kota Gaza, Gaza, 10 Oktober 2025. Foto/Abdalhkem Abu Riash/Anadolu Agency

TEL AVIV – Seorang pejabat militer Israel mengatakan tidak semua korban tewas yang diculik pejuang Palestina di Gaza diperkirakan akan dikembalikan ke Israel pada hari Senin (13/10/2025). Kabar itu diungkap menjelang pembebasan sandera berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza.

“Sayangnya, ini adalah sesuatu yang kami antisipasi – bahwa tidak semua sandera yang gugur akan dikembalikan besok,” ujar pejabat yang tidak disebutkan namanya itu kepada wartawan dalam pengarahan pada Minggu malam.

Sebelumnya pada hari Minggu, Shosh Bedrosian, juru bicara kantor perdana menteri, mengatakan sebuah “badan internasional” akan dibentuk untuk menemukan jenazah para tawanan yang tidak dikembalikan sebagai bagian dari pertukaran tawanan pada hari Senin.

Hamas dan kelompok bersenjata lainnya diyakini menahan 28 jenazah warga Israel yang ditangkap dan dibawa ke Gaza.

Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) membantah laporan bahwa perwakilannya telah bertemu dengan para tawanan yang ditahan di Gaza.

[ad_2]

Israel Akui 1.152 Tentara Tewas, Separuhnya Berusia di Bawah 21 Tahun

[ad_1]

loading…

Israel akui 1.152 tentaranya tewas akibat dibantai Hamas. Foto/X

GAZA – Kementerian Keamanan Israel mengakui kerugian yang signifikan di jajarannya, mengonfirmasi bahwa 1.152 tentara telah tewas sejak peluncuran Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Itu menjadi bentuk nyata kekalahan Israel dalam perang melawan Hamas.

Menurut Radio Angkatan Darat Israel, hampir 42% dari mereka yang tewas, yaitu 487 tentara, berusia di bawah 21 tahun, sementara 141 berusia di atas 40 tahun, sebagian besar merupakan tentara reguler dan belum menikah.

Melansir Al Mayadeen, laporan tersebut juga mengungkapkan dampak sosial yang mendalam akibat meningkatnya jumlah korban tewas. Lebih dari 6.500 kerabat tentara yang gugur telah bergabung dengan apa yang disebut pendudukan sebagai “daftar duka”, termasuk 1.973 orang tua, 351 janda, 885 anak yatim, dan 3.481 saudara kandung. Hal ini mencerminkan meningkatnya ketegangan sosial di internal “Israel”.

Data yang dipublikasikan oleh militer Israel menunjukkan bahwa korban tewas mencakup 1.035 personel militer, termasuk 43 personel dari unit darurat, serta 100 perwira polisi pendudukan, sembilan agen Shin Bet, dan delapan anggota Dinas Penjara Israel.

Radio Angkatan Darat merinci distribusi usia korban tewas sebagai berikut: 487 di bawah 21 tahun, 337 antara 22 dan 30 tahun, 187 antara 31 dan 40 tahun, dan 141 di atas 41 tahun. Radio tersebut menambahkan bahwa 1.086 korban tewas adalah laki-laki dan 66 perempuan.

Tentara Israel telah melancarkan perang tanpa henti terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat selama hampir dua tahun, menyusul Operasi Banjir Al-Aqsa yang dipimpin oleh perlawanan.

[ad_2]

Protes Gen-Z Guncang Ladakh India, Kantor Partai Berkuasa Dibakar, 4 Orang Tewas

[ad_1]

loading…

Kendaraan aparat dibakar demonstran di Ladakh, India. Foto/mint

NEW DELHI – Ladakh, wilayah gurun dingin di dataran tinggi Himalaya yang menjadi pusat ketegangan India-China baru-baru ini, pada hari Rabu (24/9/2025) diguncang oleh protes keras yang dipimpin Gen Z. Unjuk rasa pecah ketika para pemuda membakar kantor regional Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Ketika para pengunjuk rasa, termasuk mahasiswa, bentrok dengan polisi di Leh, ibu kota daerah tersebut, setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka,” ungkap koordinator protes kepada Al Jazeera, menyusul pengerahan pasukan bersenjata tambahan.

Pihak berwenang mengatakan puluhan pasukan keamanan juga terluka dalam bentrokan tersebut.

Selama enam tahun terakhir, ribuan orang di Ladakh, yang dipimpin badan-badan sipil setempat, telah melakukan pawai damai dan mogok makan menuntut perlindungan konstitusional dan status kenegaraan yang lebih besar dari India, yang telah memerintah wilayah tersebut secara federal sejak 2019. Mereka menginginkan kekuasaan untuk memilih pemerintah daerah.

“Namun, pada hari Rabu, sekelompok pemuda yang kecewa memutuskan melakukan protes damai tersebut,” ujar Sonam Wangchuk, seorang pendidik yang telah mempelopori serangkaian aksi mogok makan.

“Itu adalah ledakan semangat pemuda, semacam revolusi Gen-Z, yang membawa mereka turun ke jalan,” ungkap Wangchuk dalam pernyataan video, merujuk pada pemberontakan baru-baru ini di negara-negara Asia Selatan, termasuk di Nepal awal bulan ini, yang menyebabkan penggulingan pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli.

Jadi, apa yang terjadi di Ladakh? Apa tuntutan mereka? Bagaimana wilayah Himalaya ini sampai pada titik ini? Dan mengapa krisis di Ladakh begitu penting?

Apa yang Memicu Bentrokan di Ladakh?

Pada Rabu pagi, aksi mogok makan oleh aktivis lokal Ladakh, yang dipimpin Badan Puncak Ladakh, gabungan organisasi sosial-keagamaan dan politik, memasuki hari ke-15.

Dua aktivis, berusia 62 dan 71 tahun, dirawat di rumah sakit pada malam sebelumnya setelah dua minggu mogok makan, yang memicu seruan dari penyelenggara aksi untuk melakukan penutupan lokal. Para pengunjuk rasa juga marah kepada pemerintah Modi karena menunda perundingan dengan mereka.

“Isu-isu ini membuat para pemuda percaya perdamaian tidak berhasil,” papar Wangchuk pada Rabu malam dalam konferensi pers virtual, di mana ia tampak lemah.

Kemudian, kelompok-kelompok yang dipimpin pemuda memisahkan diri dari lokasi protes di Leh, di Taman Peringatan Martir, dan bergerak menuju gedung-gedung pemerintah daerah dan kantor BJP, meneriakkan slogan-slogan, yang memicu bentrokan dengan polisi.

Empat orang tewas dan satu orang lainnya masih kritis, sementara puluhan lainnya luka-luka.

“Ini adalah hari paling berdarah dalam sejarah Ladakh. Mereka mengorbankan anak-anak muda kami – masyarakat umum yang turun ke jalan untuk mendukung tuntutan mogok makan,” ungkap Jigmat Paljor, koordinator badan puncak di balik aksi mogok makan tersebut.

[ad_2]

Pesawat Tempur AS Serang Kapal Pembawa 1.000 Kg Kokain di Perairan Republik Dominika, 3 Tewas

[ad_1]

loading…

Beberapa pesawat tempur AS menyerang kapal pembawa 1.000 kg kokain di lepas pantai Republik Dominika, tiga orang dilaporkan tewas. Foto/BNO News

SANTO DOMINGO – Sejumlah pesawat tempur Amerika Serikat (AS) telah menyerang sebuah kapal pembawa 1.000 kilogram kokain di lepas pantai Republik Dominika. Seranganitu dilaporkan menewaskan tiga orang.

Badan penegakan hukum narkoba dan seorang pejabat AS pada hari Minggu mengumumkan serangan tersebut dan mengonfirmasi perluasan aktivitas militer Amerika di Karibia.

Pihak berwenang di Republik Dominika mengatakan bahwa mereka telah menyita sebagian kokain yang diangkut oleh sebuah kapal cepat yang dihancurkan oleh Angkatan Laut AS, dalam apa yang disebut negara Karibia tersebut sebagai operasi pertama dari jenisnya.

Baca Juga: AS Serang Kapal Kedua Venezuela, 3 Orang Tewas

Dalam konferensi pers, Direktorat Nasional Pengendalian Narkoba Republik Dominika (DNCD) mengatakan telah menemukan 377 paket kokain dari kapal yang diduga membawa 1.000 kilogram, atau lebih dari 2.200 pon, narkoba tersebut.

“Narkoba tersebut ditemukan setelah serangan udara militer oleh Amerika Serikat terhadap sebuah kapal cepat yang mengangkut teroris narkotika,” kata DNCD dalam sebuah pernyataan, yang dikutip CBS News, Senin (22/9/2025).

[ad_2]