Arsip Tag: Tingkatkan

Kunjungi Daerah Tertinggal, Bupati Serang Komitmen Tingkatkan Ekonomi Desa

[ad_1]

loading…

Foto: Doc. Istimewa

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah terus melakukan rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-499. Setelah menyebarangi lautan dengan mengunjungi masyarakat di Pulau Panjang, Ratu Zakiyah bersilaturahmi ke Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Jumat (10/10/2025).

Desa ini masih kategori tertinggal karena memiliki akses jalan yang menanjak dan berkelok, dengan beberapa ruang masih rusak. Agenda di lokasi antara lain bazar murah untuk meringankan kebutuhan pokok warga, layanan KB sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan, serta penyaluran bansos khusus untuk anak-anak penderita stunting dan keluarga kurang mampu.

Ratu Zakiyah mengakui kunjungannya ke Desa Cikedung adalah yang pertama kali Ia mengatakan tujuan kunjungan adalah melihat kondisi nyata di lapangan. “Saya ingin memastikan secara langsung bagaimana kondisi Desa Cikedung saat ini. Dari peninjauan, memang masih ada yang perlu diperbaiki, meski sebagian jalan sudah mulai ditangani,” ujarnya.

Untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan bertahap pada infrastruktur desa agar Desa Cikedung tidak lagi tertinggal. Rencana perbaikan meliputi peningkatan kondisi jalan, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), perbaikan pos pelayanan kesehatan, serta fasilitasi sarana pendidikan.

Bupati menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap menimbang kebutuhan anggaran yang cukup besar. Selama kunjungan, Bupati juga menyempatkan diri memantau berbagai stan kegiatan dan melayani permintaan foto bersama dari warga yang hadir.

Kunjungi Daerah Tertinggal, Bupati Serang Komitmen Tingkatkan Ekonomi Desa

Selain ke Cikedung, Ratu Zakiyah ditemani suaminya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto berkunjung ke Kecamatan Tanara tepatnya di Kampung Sipanjang Etan, Desa Tenjo Ayu dan Kampung Silaban, Desa Curukcuk pada Sabtu, (11/10/25).

[ad_2]

Polda Jatim Tingkatkan Kasus Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ke Penyidikan

[ad_1]

loading…

Polda Jatim menaikkan status hukum kasus ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Foto/Dok.SindoNews

SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) menaikkan status hukum kasus ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status ini diputuskan setelah dilakukan gelar perkara.

“Kami dari Polda Jawa Timur telah melakukan gelar perkara. Jadi kemarin sudah dilakukan gelar perkara yang kemudian hasilnya untuk sejak kemarin juga telah dilakukan peningkatan status dari proses penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dikutip Jumat (10/10/2025).

Baca juga: 40 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi

Jules menjelaskan, setelah peningkatan status ini, penyidik akan memulai tahapan pemanggilan saksi dan meminta keterangan dari para ahli. Hasil pemeriksaan ahli nantinya akan menjadi bagian dari alat bukti untuk proses pembuktian pidana.

“Kami secepatnya juga akan mulai melakukan proses pemanggilan saksi, kemudian meminta keterangan ahli yang nantinya menjadi salah satu alat bukti dalam proses pembuktian peristiwa pidana,” jelas dia.

Tragedi Ponpes Al Khoziny

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) menyebut seluruh jenazah korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, telah ditemukan. Total ada 61 jenazah utuh dan 7 body part yang ditemukan.

Baca juga: Mencekam! Penampakan Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

[ad_2]

Program MBG Tingkatkan Kualitas Kesehatan Generasi Muda

[ad_1]

loading…

Aktivis Papua Pegunungan, Charles Kossay, menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Foto/istimewa

PAPUA – Aktivis Papua Pegunungan, Charles Kossay, menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda Indonesia, khususnya bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil.

“Program MBG ini adalah niat baik Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak negeri. Ini program yang sangat bagus karena menyentuh langsung kebutuhan dasar siswa, terutama di daerah seperti Papua,” ujar Charles Kossay alumni Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta, Senin (6/10/2025).

Program MBG mulai berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. Program ini menargetkan penerima manfaat dari siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia. “Melalui penyediaan makan siang bergizi, pemerintah berharap dapat memperbaiki status gizi anak-anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional,” tandasnya.

Baca juga: Panggil Kepala BGN, Prabowo Tegaskan Dapur MBG Wajib Punya Alat Tes Kit

Charles menyebut beberapa laporan terkait makanan yang kurang sesuai standar gizi harus menjadi evaluasi bersama agar tidak mengurangi makna dari kebijakan mulia tersebut. Menurutnya, pelaksana di lapangan harus lebih teliti menjalankan program baik ini.

[ad_2]

MMSGI Tingkatkan Ekonomi Masyarakat di Sekitar Wilayah Tambang

[ad_1]

loading…

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto saat meninjau program pemberdayaan masyarakat dari MMSGI. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT MMS Group Indonesia (MMSGI) mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui serangkaian program pemberdayaan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Berbagai inisiatif yang dijalankan terbukti mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi komunitas lokal.

CEO MMSGI Sendy Greti menegaskan, setiap program yang dijalankan perusahaan diarahkan untuk memberikan dampak nyata yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan. “Keberhasilan kami tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10).

Baca Juga: MHU Dorong Kemandirian Desa Melalui Vokasi dan Kakao

Salah satu program unggulan adalah Pompa Hydram yang dijalankan oleh anak perusahaan, PT Multi Haraman Utama (MHU). Inisiatif ini memanfaatkan kolam bekas tambang menjadi sumber air bersih bagi 582 kepala keluarga. Teknologi ramah lingkungan ini dioperasikan tanpa listrik maupun bahan bakar.

Pengelolaan Pompa Hydram diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sejak dimulai tahun 2023, program yang mendapat dukungan pendanaan Rp2,1 miliar ini berhasil menciptakan ekosistem berkelanjutan bagi masyarakat.

Program lain yang tak kalah impactful adalah Rumah Cokelat Lung Anai, yang mendukung penghidupan masyarakat adat Dayak Kenyah melalui hilirisasi tanaman cokelat. Sebanyak 50 petani mengelola perkebunan kakao seluas 100 hektare dengan pendapatan mencapai Rp30.000 per kilogram biji kakao mentah.

“Melalui program ini, petani mengalami peningkatan pendapatan 3-4 kali lipat, sekaligus memperkuat peran perempuan dan generasi muda di sektor pertanian,” jelas perwakilan perusahaan. Inisiatif yang berjalan sejak 2023 ini mendapat dukungan dana lebih dari Rp629 juta.

[ad_2]

Transplantasi Ginjal Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien, Tak Perlu Lagi Cuci Darah

[ad_1]

loading…

Transplantasi ginjal bisa tingkatkan kualitas hidup pasien, tak perlu lagi cuci darah. (Foto/Annastasya Rizqi)

JAKARTA – Pasien gagal ginjal umumnya harus menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Prosedur ini bertujuan menyaring darah dari sisa metabolisme, racun dan kelebihan cairan dengan bantuan mesin khusus.

Namun, kini ada harapan baru bagi pasien melalui transplantasi ginjal. Tindakan ini disarankan dokter karena mampu meningkatkan peluang kesembuhan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.

“Pasien cuci darah itu pada akhirnya kematiannya setelah lima tahun cukup tinggi. Jadi, ini tidak membuat pasien kembali seperti semula,” kata dr. Renan Sukmawan,SP.JP(K), PHD, Direktur Pelayanan Medis RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, dalam Seminar Nasional PERSI, BSD, Tangerang, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: Peningkatan Pasien Gagal Ginjal Dorong Urgensi Penanganan dan Pencegahan Dini

Dia menjelaskan prosedur transplantasi bisa meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal, sehingga tak perlu lagi melakukan cuci darah. Pasien bisa kembali sehat dengan metabolisme yang meningkat.

“Kalau transplantasi, nanti dia tidak perlu cuci darah lagi. Memang dia perlu obat untuk maintain, namun kesehariannya sama seperti dia saat sehat ketika habis transplantasi,” kata dr. Renan.

“Kualitas hidupnya bisa kembali seperti dulu. Metabolismenya lancar, tekanan darahnya juga terkontrol dan paling penting umurnya bisa panjang,” ucapnya.

[ad_2]

BRI Peduli Tingkatkan Mutu Pupuk Kompos, Solusi Sampah di Bali

[ad_1]

loading…

BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ melakukan Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos di TPS3R Pudak Mesari, Badung, Bali, Sabtu (30/8/2025). Foto/BRI

BADUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berupaya mengatasi persoalan sampah di berbagai wilayah Indonesia lewat program nyata. Melalui BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), komitmen tersebut diwujudkan dalam program “Yok Kita Gas” untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kali ini, kegiatan BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ melakukan Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos yang berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pudak Mesari, Badung, Bali, Sabtu (30/8/2025). TPS3R merupakan tempat pengolahan sampah yang menerapkan prinsip Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang) sampah pada skala komunal atau kawasan.

Baca juga: BRI Peduli Ini Sekolahku, Bentuk Dukungan BRI untuk Membangun SDM Berkualitas

Dalam kegiatan ini, BRI Peduli menghadirkan para pemateri atau narasumber dari Petani Muda Keren dengan peserta yang terdiri dari seluruh pengurus dan anggota TPS3R Pudak Mesari yang memiliki peranan penting dalam sistem kelola sampah.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos bertujuan memperkuat kapasitas pengurus inti, operator, dan penyuluh TPS3R Pudak Mesari dalam mengelola sampah organik menjadi produk pupuk kompos yang memiliki nilai tambah.

Dengan fokus pada diversifikasi produk, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pupuk, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi melalui peningkatan nilai jual produk kompos. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta mendorong kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

[ad_2]