loading…
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. FOTO/Bank Mandiri
Perlambatan tersebut dipengaruhi meredanya faktor musiman yang sebelumnya menopang konsumsi masyarakat saat periode Hari Raya Idulfitri. Selain itu, sejumlah indikator domestik seperti Indeks Keyakinan Konsumen dan penjualan ritel mulai menunjukkan pelemahan di tengah tekanan ketidakpastian global.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina mengatakan ekonomi domestik tetap memiliki ketahanan yang cukup baik meski diperkirakan tumbuh lebih moderat pada kuartal kedua tahun ini.
“Kita melihat ada peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1 sampai 5,5% di kuartal II tahun 2026 ini,” ujar Dian dalam acara Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%