Arsip Tag: Tak

Tewas Akibat Pintu Mobil Tak BIsa Dibuka, Tesla Digugat

[ad_1]

loading…

Tewas Akibat Pintu Mobil Tak Bisa Dibuka. FOTO/ CARScoops

TEXAS – Satu keluarga di negara bagian Wisconsin menggugat produsen kendaraan listrik (EV) Tesla setelah lima orang tewas terjebak di dalam kendaraan saat terbakar.

Seperti dilansir dari New York Post, Jeffrey Bauer, 54, dan istrinya, Michelle, 55, termasuk di antara korban tewas setelah Tesla Model S yang mereka tumpangi menabrak pohon dan terbakar di Verona pada 1 November tahun lalu.

“Semua penumpang tidak dapat melarikan diri ketika pintu Tesla tidak dapat dibuka, sehingga mereka terjebak”

“Seorang pemilik rumah menelepon layanan darurat setelah mendengar penumpang berteriak minta tolong di dalam Tesla,” menurut gugatan yang diajukan oleh keempat anak Jeffrey dan Michelle.

[ad_2]

Raisa Tak Hadir di Pengadilan Agama, Sidang Cerai Dijadwalkan Kembali 17 November

[ad_1]

loading…

Raisa Andriana. Foto/IG @raisa6690

JAKARTA – Penyanyi Raisa Andriana tengah menghadapi proses perceraian dengan Hamish Daud di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun, pada sidang cerai perdana yang digelar 3 November 2025, Raisa dan Hamish kompak absen.

Puguh Putra Lubis selaku kuasa hukum Raisa mengaku pihaknya sudah mewakili sang klien untuk hadir dalam sidang beragendakan pemeriksaan dokumen para prinsipal itu.

“Ya, memang sudah dikuasakan kepada kami. Kalau yang bersangkutan tidak hadir, memang itu sudah fungsi kami,” tutur Puguh Putra Lubis di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Baca Juga : Raisa Tak Hadiri Sidang Perdana Perceraian, PA Jaksel: Gugatan Bisa Dibatalkan

Puguh enggan menjelaskan detail alasan kliennya tak hadir dalam sidang tersebut.Dia mengaku tak mengetahui pasti kegiatan pribadi Raisa, mengingat dirinya hanya fokus mengurus perkara cerai saja.

Meski demikian, Puguh percaya bahwa Raisa tetap profesional dalam bekerja sebagai penyanyi.”Manggung tetap hadir. Kalau manggung dia (Raisa) hadir,” kata Puguh.

Sidang cerai lanjutan Raisa dan Hamish Daud pun ditunda sampai 17 November 2025.Jika kedua pihak hadir, pengadilan akan menggelar mediasi sebagai upaya damai.

[ad_2]

Temui DPD RI, Roy Suryo Sampaikan Gibran Tak Miliki Ijazah SMA Sederajat

[ad_1]

loading…

Pakar telematika Roy Suryo bersama rekannya, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa) melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Kamis (23/10/2025). Foto/Danandaya Aria Putra

JAKARTA – Pakar telematika Roy Suryo bersama rekannya, Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa) melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Kamis (23/10/2025). Roy mengaku ada dua poin penting yang ia sampaikan dalam audiensi.

Pertama, hasil penelitian yang telah ia jadikan sebuah buku berjudul Jokowi’s White Paper. Dalam buku tersebut, menurutnya ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga palsu.

Baca juga: Roy Suryo Cs Temui DPD RI, Minta Jaminan Kebebasan Penelitian

“Yang pertama adalah yang telah kami buku-kan secara ilmiah yang jadi RRT (Roy, Rismon, Tifa) ini telah membukukan Jokowi’s White Paper itu sudah jelas itu sudah final, Bahwa ijazah Jokowi 99,99 persen palsu ya,” ujar Roy kepada wartawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/10/2024).

[ad_2]

Bayern Munich, Real Madrid, dan PSG Jaga Rekor Tak Terkalahkan

[ad_1]

loading…

Hasil Liga Champions: Bayern Munich, Real Madrid, dan PSG Jaga Rekor Tak Terkalahkan

Pekan ketiga fase liga Liga Champions 2025/2026 menghadirkan sejumlah hasil menarik. Beberapa tim besar seperti Bayern Munich, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain (PSG) kompak meraih kemenangan dan mempertahankan catatan sempurna mereka di kompetisi elite antarklub Eropa tersebut.

Di Allianz Arena, Bayern tampil tanpa ampun saat menjamu Club Brugge. Klub asal Jerman itu menang meyakinkan 4-0 berkat penampilan cemerlang Harry Kane dan Luis Díaz yang masing-masing mencatatkan nama di papan skor. Konrad Laimer turut berperan besar dengan dua assist penting yang memastikan Die Roten meraih kemenangan ketiga secara beruntun.

Sementara itu, Real Madrid kembali menunjukkan mental juaranya di Santiago Bernabéu. Gol tunggal Vinícius Júnior sudah cukup mengantar Los Blancos menang 1-0 atas Juventus. Dengan hasil ini, pasukan Carlo Ancelotti tetap kokoh di puncak klasemen grup.

Baca Juga: Real Madrid Pesta Gol, Liverpool Tersandung

Di Inggris, Chelsea bangkit dengan performa gemilang saat menghantam Ajax Amsterdam 5-1 di Stamford Bridge. Kemenangan besar itu mendongkrak posisi The Blues di tabel klasemen sementara. Kabar baik juga datang dari Portugal, di mana Sporting CP berhasil menundukkan tamunya, Marseille, dengan skor 2-1 di Lisbon.

Namun, hasil berbeda dialami Eintracht Frankfurt. Bermain di depan publik sendiri, wakil Jerman itu harus menyerah 1-5 dari Liverpool. The Reds tampil agresif sejak awal dan memanfaatkan setiap peluang dengan efektif.

Dua laga lain berakhir tanpa pemenang. Atalanta berbagi angka 0-0 dengan Slavia Praha, sementara duel Monaco kontra Tottenham Hotspur juga berakhir imbang tanpa gol.

[ad_2]

Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Aturan Guru Cicipi MBG sebelum Dibagikan ke Siswa

[ad_1]

loading…

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tidak ada aturan soal kewajiban guru mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan ke siswa. Guru hanya membantu mendistribusikan MBG.

“Kalau mencicipi MBG nggak ada,” kata Mukti di kantornya, Rabu (22/10/2025).

Pelibatan guru dalam program unggulan presiden Prabowo Subianto hanya dalam pendistribusian makanan, sesuai surat edaran yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Itu bukan mencicipi itu, mereka itu sudah ada surat edarannya dari kepala Badan Gizi. Mereka adalah guru atau tenaga kependidikan yang membantu pengorganisasian dan distribusi Makan Bergizi Gratis di sekolah masing-masing. Bukan mencicipi ya, nggak ada mencicipi. Sudah ada itu, surat edaran badan gizinya, nanti dilihat lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Guru Penanggung Jawab Program MBG Dapat Insentif, Segini Besarannya

[ad_2]

Chris Eubank Jr Panaskan Duel Ulang, Sebut Kontrak Lawan Conor Benn Tak Adil

[ad_1]

loading…

Menjelang duel ulang melawan Conor Benn , petinju asal Inggris Chris Eubank Jr. mengungkapkan ketidakpuasan terhadap beberapa poin dalam kontraknya. Meski demikian, Eubank menegaskan bahwa ia tidak berencana mundur dari pertarungan yang sangat dinantikan tersebut.

Eubank (35-3, 23 KO) dijadwalkan kembali naik ring menghadapi Benn (23-1, 14 KO) pada 15 November mendatang di Stadion Tottenham Hotspur, London. Laga ini menjadi bagian utama dari event bertajuk “Unfinished Business” yang akan disiarkan melalui DAZN Pay-Per-View.

Kedua petinju sebelumnya sudah bertemu pada 26 April lalu di tempat yang sama. Saat itu, Eubank tampil dominan dan menang angka mutlak setelah 12 ronde pertarungan di kelas menengah.

Baca Juga: Terence Crawford Beberkan 2 Kesalahan Conor Benn saat Takluk dari Chris Eubank Jr

Namun, di balik rencana besar duel jilid kedua, Eubank ternyata belum sepenuhnya puas dengan isi kontrak yang disodorkan. Dalam wawancara di acara Inside The Ring, ia mengakui masih ada sejumlah klausul yang perlu dinegosiasikan ulang bersama timnya.

“Air yang kami arungi ini tidak mudah. Faktanya, kontrak final untuk laga ini belum benar-benar disepakati sepenuhnya,” ujar Eubank. “Masih ada beberapa hal yang perlu kami haluskan dan perbaiki.”

Salah satu hal yang sebelumnya sempat dipermasalahkan Eubank adalah aturan rehidrasi yang membatasi berat badan maksimal 170 pon saat penimbangan hari kedua. Aturan ini dinilai terlalu ketat, terutama bagi Eubank yang biasa bertarung di kelas menengah super (168 pon).

[ad_2]

Komjak Sebut Kejari Jaksel 6 Kali Panggil Silfester Matutina, tapi Tak Pernah Hadir

[ad_1]

loading…

Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA – Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) Nurokhman menuturkan bahwa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) telah mengirimkan enam surat panggilan terhadap Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina . Namun, Silfester tak pernah hadir.

“Mulai dari pelaksanaan putusan dengan prosedural, menerbitkan surat penetapan pelaksanaan eksekusi dan telah juga memanggil yang bersangkutan di 2 bulan terakhir itu sudah 6 kali pemanggilan,” kata Nurokhman dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (14/10/2025) malam.

Nurokhman menuturkan, panggilan yang sudah dilayangkan oleh pihak Kejari Jakarta Selatan itu tak dipenuhi Silfester. “Faktanya, hingga saat ini karena yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut. Betul, karena memang yang bersangkutan belum diketahui alamatnya di mana,” ujarnya.

Baca Juga: Kejagung Minta Pengacara Hadirkan Silfester Matutina: Katanya kan Ada di Jakarta

Di sisi lain, Nurokhman terus mendorong agar pihak kejaksaan segera melakukan eksekusi terhadap Silfester. Hal itu, lanjut dia, agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tak berkurang.

[ad_2]

Hamas Tak akan Hadiri Upacara Penandatanganan Perjanjian Damai Trump di Mesir

[ad_1]

loading…

Juru bicara Hamas, Husam Badran. Foto/iran press

GAZA – Perwakilan Hamas tidak akan menghadiri upacara penandatanganan perjanjian damai yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Mesir pada hari Senin (13/10/2025), ungkap juru bicara Hamas, Husam Badran, kepada pers. Ia juga menyuarakan kekhawatirannya mengenai poin-poin tertentu dalam rencana yang dipromosikan Presiden AS Donald Trump.

Awal pekan ini, baik Israel maupun Hamas mengumumkan berakhirnya konflik yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

Kampanye militer Israel telah merenggut nyawa lebih dari 67.000 warga Palestina di Gaza, menurut pejabat setempat. Daerah kantong tersebut telah hancur dan terjerumus ke dalam krisis kemanusiaan yang mendalam, mendorong PBB menuduh Israel melakukan genosida.

Pada hari Minggu, Al-Arabiya mengutip pernyataan Badran bahwa “Hamas tidak akan terlibat dalam proses penandatanganan. Hanya mediator dan pejabat Amerika dan Israel yang akan hadir.”

Sementara itu, Shosh Bedrosian, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dikutip AFP pada hari Minggu menyatakan “tidak ada pejabat Israel yang akan menghadiri” KTT tersebut.

[ad_2]

Tak Akan Lagi Berkuasa di Gaza setelah Gencatan Senjata, Bagaimana Masa Depan Hamas?

[ad_1]

loading…

Hamas tak akan lagi berkuasa di Gaza setelah gencatan senjata. Foto/X

GAZA – Seorang sumber Hamas yang dekat dengan komite negosiasi kelompok tersebut mengatakan kepada AFP pada hari Minggu bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan Gaza pascaperang. Itu menjadi tanya besar, bagaimana nasib masa depan Hamas setelah gencatan senjata?

Komentar sumber tersebut muncul beberapa hari setelah gencatan senjata Israel-Hamas berlaku, dan ketika kedua belah pihak membahas penerapan rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang, yang menyerukan pelucutan senjata Hamas dan agar kelompok tersebut tidak terlibat dalam mengelola Gaza pascaperang.

Tak Akan Lagi Berkuasa di Gaza setelah Gencatan Senjata, Bagaimana Masa Depan Hamas?

1. Tetap Jadi Bagian Struktur Palestina

“Bagi Hamas, tata kelola Jalur Gaza adalah isu tertutup. Hamas tidak akan berpartisipasi sama sekali dalam fase transisi, yang berarti telah melepaskan kendali atas Jalur Gaza, tetapi tetap menjadi bagian fundamental dari struktur Palestina,” kata sumber tersebut kepada AFP, yang meminta anonimitas untuk membahas hal-hal sensitif, dilansir Al Arabiya.

Tidak seperti organisasi pejuang lain yang lebih berpengaruh di kawasan tersebut, kepemimpinan Hamas di masa lalu terpecah belah dalam isu-isu kunci, termasuk mengenai pemerintahan Gaza di masa depan.

Baca Juga: Perang Sesama Negara Muslim Memanas, Pakistan Klaim 200 Tentara Taliban Tewas

2. Ada Perbedaan Pendapat Mengenai Perlucutan Senjata

Namun, yang tampaknya tidak ada perpecahan di antara para anggota senior adalah mengenai masalah perlucutan senjata, yang telah lama digambarkan oleh kelompok tersebut sebagai garis merah.

“Hamas menyetujui gencatan senjata jangka panjang, dan senjatanya tidak akan digunakan sama sekali selama periode ini, kecuali jika terjadi serangan Israel terhadap Gaza,” kata sumber tersebut.

[ad_2]

Tak Semua Pemimpin Amerika Latin Suka dengan Peraih Nobel perdamaian María Corina Machado

[ad_1]

loading…

María Corina Machado, pemenang Nobel Perdamaian juga dibenci dan disukai para pemimpin Amerika Latin. Foto/X/@NobelPrize

CARACAS – Penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian kepada pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, pada hari Jumat menuai reaksi beragam di Amerika Latin. Beberapa pemimpin memuji, sementara yang lain mengecam keras, sementara yang lain memilih untuk bungkam.

Pengumuman penghargaan tersebut merujuk pada retorika dan tindakannya di masa lalu, yang dianggap sebagai kekerasan atau mendukung intervensi asing.

Tak Semua Pemimpin Amerika Latin Suka dengan Peraih Nobel perdamaian María Corina Machado

1. Presiden Meksiko Presiden Claudia Sheinbaum

Melansir Anadolu, Presiden Claudia Sheinbaum dari Meksiko menahan diri untuk tidak berkomentar tentang penghargaan Corina dalam konferensi pers. Sebaliknya, pemimpin Meksiko tersebut menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan nasional.

“Kami selalu memperjuangkan kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri rakyat, bukan hanya karena keyakinan, tetapi karena Konstitusi kami mengamanatkannya, dan saya akan berhenti di situ,” kata Sheinbaum.

Baca Juga: Pakar Militer Sebut Konflik Pakistan dan Afghan Tidak Akan Berlangsung Lama, Ini Analisisnya

2. Mantan Pemimpin Bolivia Evo Morales

Mantan pemimpin Bolivia, Evo Morales, termasuk di antara kritikus Corina yang paling keras, yang menggunakan media sosial untuk menyampaikan kecamannya.

“Memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada seseorang yang telah mendorong penindasan, intervensi militer di negaranya sendiri, dan kudeta tidak hanya tidak bermoral — tetapi juga mendorong penggunaan kekerasan sebagai cara untuk melanggar hak asasi manusia, demokrasi, dan pelaksanaan kehidupan bermasyarakat secara damai,” ujarnya.

3. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, sekutu dekat Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mengecam peraih Nobel Perdamaian yang baru dinobatkan tersebut dengan serangkaian unggahan di platform media sosial AS, X, yang menyatakan dukungannya kepada Maduro dan mengecam Komite Nobel.

“Memalukan sekali memberikan penghargaan ini pada tahun 2025 kepada seseorang yang telah menyerukan intervensi militer di tanah airnya, dan yang pada tahun-tahun sebelumnya mendorong protes jalanan di mana orang-orang dibakar hidup-hidup,” tulisnya. “Kami dengan tegas menolak manuver politik yang bertujuan untuk menyasar #Venezuela dan melemahkan kepemimpinan Bolivariannya, yang dipimpin oleh Presiden sahnya, Nicolás Maduro Moros.”

Reaksi dari Bolivia dan Kuba, bersama dengan Sheinbaum, menggambarkan bagaimana sikap politik dan peran Machado sebagai pemimpin oposisi Maduro tidak luput dari perhatian di kawasan tersebut.

[ad_2]