Pabrikan mobil sport Inggris yang diakuisisi Geely Group, Lotus Cars, resmi mengumumkan pengembangan supercar hybrid terbaru berkode Type 135 yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Model ini menjadi penanda perubahan besar strategi Lotus setelah sebelumnya menargetkan seluruh lini produknya beralih menjadi kendaraan listrik penuh.
Supercar anyar tersebut bakal mengusung mesin V8 hybrid berkekuatan lebih dari 1.000 tenaga kuda (hp), sekaligus menjadi mobil bermesin V8 pertama Lotus dalam 24 tahun terakhir sejak era Lotus Esprit berakhir pada 2004, seperti dilansir dari CarNewsChina, Kamis (14/05/2028).
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa tren elektrifikasi global tidak selalu berjalan linear menuju kendaraan listrik murni. Sejumlah produsen mobil performa tinggi kini mulai mempertimbangkan kembali penggunaan mesin pembakaran internal yang dipadukan teknologi hybrid demi menjaga karakter berkendara khas mobil sport.
Sebelumnya, Lotus sempat menyatakan ambisi menjadi merek full electric pada 2028. Namun perusahaan kini memilih pendekatan multi-pathway yang mencakup kendaraan bermesin konvensional, hybrid, dan mobil listrik.
Perubahan strategi tersebut dinilai sebagai respons terhadap dinamika pasar otomotif global yang belum sepenuhnya siap meninggalkan mesin pembakaran internal, terutama pada segmen mobil performa tinggi.
Selain faktor permintaan pasar, tantangan bobot baterai dan karakter suara mesin juga menjadi alasan penting produsen supercar mempertahankan teknologi hybrid dibanding beralih total ke EV.
Lotus menyebut Type 135 akan menjadi salah satu mobil produksi paling bertenaga dalam sejarah perusahaan.
Supercar ini diperkirakan menggunakan mesin 4.0-liter twin-turbo V8 hasil kerja sama dengan Mercedes-AMG yang dipadukan sistem hybrid.
Tenaga gabungan mobil disebut bakal melampaui 1.000 hp, menjadikannya pesaing baru di segmen hypercar hybrid modern.
Berbeda dengan tren plug-in hybrid (PHEV), Lotus disebut memilih konfigurasi hybrid biasa atau HEV demi menjaga efisiensi bobot kendaraan.
Strategi tersebut dinilai penting karena bobot menjadi salah satu aspek utama dalam filosofi mobil sport Lotus selama puluhan tahun.
Dari sisi desain, Type 135 akan mengambil inspirasi kuat dari mobil konsep Lotus Theory 1 yang diperkenalkan pada 2024.
Namun Lotus tetap mempertahankan elemen desain klasik dari Esprit agar identitas mobil sport Inggris itu tidak hilang.
Sejumlah detail yang diperkirakan hadir antara lain profil aerodinamis agresif, diffuser besar, spoiler belakang berukuran besar, serta knalpot mencolok untuk mempertahankan sensasi suara mesin performa tinggi.
Produksi kendaraan direncanakan berlangsung di pabrik Hethel, Norfolk, Inggris, yang juga menjadi basis produksi model Lotus Emira dan Lotus Evija.
Lotus juga menyiapkan interior dengan pendekatan ringan dan berorientasi balap.
Kabin diperkirakan menggunakan desain minimalis dengan jok sport, sistem digital interaktif, serta material ringan untuk menjaga performa kendaraan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Lotus masih mempertahankan DNA mobil sport murni meski mulai mengadopsi teknologi elektrifikasi.
Keputusan Lotus kembali menggunakan mesin V8 hybrid mencerminkan perubahan arah industri mobil performa global.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen supercar mulai menyadari bahwa kendaraan listrik murni belum sepenuhnya mampu menggantikan sensasi emosional mobil sport bermesin konvensional.
Teknologi hybrid kini dianggap sebagai jalan tengah karena mampu menghadirkan performa instan motor listrik tanpa menghilangkan karakter mesin pembakaran internal.
Di sisi lain, regulasi emisi global yang semakin ketat membuat produsen otomotif tetap harus menghadirkan teknologi elektrifikasi sebagai bagian dari strategi masa depan.
Lotus menjadi salah satu contoh bagaimana pabrikan mobil sport kini mencoba menyeimbangkan tuntutan performa, emosi berkendara, dan transisi menuju era elektrifikasi.