Arsip Tag: Sidang

Raisa Tak Hadir di Pengadilan Agama, Sidang Cerai Dijadwalkan Kembali 17 November

[ad_1]

loading…

Raisa Andriana. Foto/IG @raisa6690

JAKARTA – Penyanyi Raisa Andriana tengah menghadapi proses perceraian dengan Hamish Daud di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun, pada sidang cerai perdana yang digelar 3 November 2025, Raisa dan Hamish kompak absen.

Puguh Putra Lubis selaku kuasa hukum Raisa mengaku pihaknya sudah mewakili sang klien untuk hadir dalam sidang beragendakan pemeriksaan dokumen para prinsipal itu.

“Ya, memang sudah dikuasakan kepada kami. Kalau yang bersangkutan tidak hadir, memang itu sudah fungsi kami,” tutur Puguh Putra Lubis di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Baca Juga : Raisa Tak Hadiri Sidang Perdana Perceraian, PA Jaksel: Gugatan Bisa Dibatalkan

Puguh enggan menjelaskan detail alasan kliennya tak hadir dalam sidang tersebut.Dia mengaku tak mengetahui pasti kegiatan pribadi Raisa, mengingat dirinya hanya fokus mengurus perkara cerai saja.

Meski demikian, Puguh percaya bahwa Raisa tetap profesional dalam bekerja sebagai penyanyi.”Manggung tetap hadir. Kalau manggung dia (Raisa) hadir,” kata Puguh.

Sidang cerai lanjutan Raisa dan Hamish Daud pun ditunda sampai 17 November 2025.Jika kedua pihak hadir, pengadilan akan menggelar mediasi sebagai upaya damai.

[ad_2]

Sidang Praperadilan Delpedro Marhaen, PN Jaksel Terima Bukti dari Kedua Pihak

[ad_1]

loading…

Sidang praperadilan sah atau tidaknya penetapan tersangka Direktur Lokataru Delpedro Marhaen kembali digelar di PN Jakarta Selatan, pada Selasa (21/10/2025). Foto/Danandaya Aria Putra

JAKARTASidang praperadilan sah atau tidaknya penetapan tersangka Direktur Lokataru Delpedro Marhaen kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, pada Selasa (21/10/2025). Persidangan kali ini terkait penyerahan bukti dari kubu Delpedro dan pihak termohon atau Polda Metro Jaya.

Dari pantauan SindoNews, persidangan yang digelar di ruang sidang (4) baru dimulai sekitar pukul 10.27 WIB. nampak Tim Pengacara Delpedro menyampaikan sejumlah bukti kepada hakim tunggal, yang turut disaksikan oleh pihak termohon.

Baca juga: Pengacara Kecewa Hakim Tak Mau Hadirkan Delpedro ke Sidang Praperadilan

Sebaliknya, pihak dari Polda Metro Jaya juga menyerahkan sejumlah bukti kepada hakim.

Setelah hakim dan kedua belah pihak memverifikasi bukti yang diajukan, persidangan ditunda untuk sementara waktu. “Kita skors ya, sampai pukul 12.30 WIB,” ujar hakim.

Adapun, agenda persidangan selanjutnya adalah mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak Delpedro.

[ad_2]

Di Sidang Kabinet 1 Tahun Pemerintahan, Prabowo Puji Teknik Jokowi Kendalikan Inflasi

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara dalam rangka 1 tahun pemerintahan sejak dilantik pada Oktober lalu. Foto/Felldy Utama

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian secara khusus kepada Presiden ke-7 Joko Widodo ( Jokowi ). Prabowo menyebut Jokowi memiliki kemampuan atau teknik dalam mengendalikan inflasi.

Mulanya, Prabowo menyampaikan bahwa banyak capaian-capaian positif terhadap ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Apalagi, hal itu diperparah dengan adanya konflik bersenjata di sejumlah belahan dunia.

“Hitungan terakhir, tadi malam ada 110 perang saat ini. 110 konflik bersenjata di seluruh dunia,” kata Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Baca juga: Prabowo ke Jajaran Menteri di Sidang Kabinet Setahun Pemerintahan: Terima Kasih Saudara Kerja Keras dan Disiplin

[ad_2]

Ayah, Ibu, dan Istri Nadiem Makarim Hadir di Ruang Sidang Dengarkan Putusan Praperadilan

[ad_1]

loading…

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim beragendakan pembacaan putusan pada Senin (13/10/2025) ini. Foto/Ari Sandita

JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim beragendakan pembacaan putusan pada Senin (13/10/2025) ini. Tampak keluarga dan kerabat Nadiem hadir di ruang sidang.

Berdasarkan pantauan, sidang digelar pada pukul 12.50 WIB dipimpin hakim tunggal I Ketut Darpawan di Ruang Sidang utama PN Jakarta Selatan. Hadir tim pengacara Nadiem selaku Pemohon dan tim hukum Kejagung RI selaku Termohon.

Dalam persidangan, tampak di ruangan sidang ibunda Nadiem, Atika Algadri; ayah Nadiem, Nono Anwar Makarim; serta istri Nadiem, Franka Franklin. Ada pula kerabat dari Nadiem.

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka

Bahkan, ada juga sejumlah tokoh, termasuk aktris legendaris Lidia Djunita Pamoentjak atau dikenal Jajang C. Noer dan rekan-rekannya. Mereka datang untuk mengawal jalannya sidang putusan itu.

[ad_2]

Hadiri Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Nikita Mirzani Pasrah Mau Dituntut Berapa Saja

[ad_1]

Nikita Mirzani saat hadiri kasus pemerasan dan TTPU di PN Jakarta Selatan, Kamis (9 Oktober 2025). Foto/Aldhi Chandra

JAKARTA Nikita Mirzani kembali hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Kamis (9/10/2025). Hari ini, ia akan menghadapi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Nikita Mirzani selaku terdakwa hadir di pengadilan sekitar pukul 09.39 WIB. Ia dikawal ketat oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan dengan mobil tahanan.

Seperti sebelumnya, Nikita kembali tampil modis ketika tiba di pengadilan. Kali ini, ia memilih busana kasual dengan nuansa hitam putih.

Baca Juga : Nikita Mirzani Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan dan TPPU Hari Ini

Ia mengenakan kemeja putih panjang yang dipadukan dengan rompi hitam tanpa lengan di bagian luar. Untuk bawahannya, ia memakai celana panjang hitam yang senada dengan rompinya, menciptakan tampilan monokrom yang klasik.

[ad_2]

Full Senyum, Nikita Mirzani Keluar Rutan dan Siap Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan dan TPPU

[ad_1]

loading…

Dengan senyuman dan tenang, Nikita Mirzani keluar rutan dan siap hadapi sidang hari ini. Foto/Danandaya Arya Putra

JAKARTA – Aktris Nikita Mirzani mengaku siap menjalani sidang tuntutan atas kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas laporan Reza Gladys di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (9/10/2025). Nikita nampak tenang dan terus melemparkan senyuman ketika keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I, Pondok Bambu.

Dari pantauan iNews Media Group, Nikita nampak dijemput petugas kejaksaan untuk keluar dari rutan menuju PN Jakarta Selatan. Dia keluar dari Rutan sekira pukul 08.59 WIB.

Nikita Mirzani terlihat keluar dari rutan mengenakan pakaian putih yang dibalut vest hitam. Ia dikawal dua petugas kejaksaan dan satu polisi menunju mobil Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga : Hakim Tanya Rekam Kasus Nikita Mirzani, Sidang Tuntutan Digelar 9 Oktober

Dengan wajah tenang, Nikita mengaku dalam keadaan sehat dan siap menjalani persidangan hari ini. Ia menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum dengan baik.

[ad_2]

Sidang Memanas, Nikita Mirzani Protes Jaksa Soal Contoh Cyberbullying

[ad_1]

loading…

Nikita Mirzani kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus dugaan pengancaman dan TPPU dengan agenda keterangan saksi ahli di PN Jaksel pada Kamis (2/10/2025). Foto/Annastasya.

JAKARTANikita Mirzani kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus dugaan pengancaman dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan agenda keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (2/10/2025).

Dalam sidang kali ini, dihadirkan dua saksi, salah satunya dari ahli hukum ITE, Andy Widianto. Di tengah persidangan, suasana pun sempat memanas saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan sejumlah pertanyaan pada saksi ahli, salah satunya permasalahan cyberbullying.

Baca juga: Rayakan Hari Batik, Nikita Mirzani Kenakan Outfit Elegan di Sidang Lanjutan PN Jaksel

JPU memberikan contoh pada saksi ahli terkait tindakan cyberbullying yang dilakukan seorang public figure dengan banyaknya pengikut media sosial yang dimiliki. Nikita pun merasa contoh kasus yang diungkap JPU ini mengarah padanya.

Mendengar hal itu, ibunda Laura Meizani ini membantah perkataan JPU hingga menyebut ucapan tersebut sebagai fitnah.

Baca juga: Nikita Mirzani Kangen Liburan Bareng Anak: Aku Sudah Buluk di Penjara

[ad_2]

Sidang Perdana Praperadilan Nadiem Digelar PN Jaksel pada Jumat 3 Oktober

[ad_1]

loading…

Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (NAM) keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung usai ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (4/9/2025). Foto/Aldhi Chandra

JAKARTA – Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengajukan gugatan praperadilan terkait status tersangkanya dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Sidang perdana gugatan tersebut dijadwalkan digelar pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Dilihat dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (24/9/2025), gugatan praperadilan Nadiem teregister dengan nomor 119/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.

Adapun tergugat dalam praperadilan ini yaitu Kejaksaan Agung RI cq Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. “Jenis perkara: Sah atau tidaknya penetapan tersangka,” demikian tertulis dalam laman SIPP PN Jakarta Selatan.

Baca juga: Nadiem Makarim Ajukan Praperadilan Status Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Laptop Chromebook

Adapun gugatan praperadilan didaftarkan oleh tim kuasa hukum Nadiem pada Selasa kemarin. Untuk sidang perdana gugatan tersebut, akan digelar pada Jumat 3 Oktober mendatang.

“Jumat, 3 Oktober 2025, agenda sidang pertama,” tulis SIPP.

[ad_2]

Sidang Umum PBB, Prabowo Ungkap Rencana Pembangunan Tanggul Laut Raksasa 480 Km

[ad_1]

loading…

Presiden Prabowo Subianto. Foto/Tangkapan layar

NEW YORK – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pembangunan Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa sepanjang 480 kilometer untuk melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut. Hal itu diungkapkan Prabowo saat pidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

Mulanya, Prabowo mengatakan sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia kini menghadapi dampak nyata dari perubahan iklim. Salah satu ancaman paling serius adalah kenaikan permukaan air laut yang disebut mencapai 5 cm per tahun di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kami menyaksikan langsung dampak perubahan iklim, khususnya kenaikan permukaan laut. Di pantai utara ibu kota kami, permukaan laut naik 5 cm setiap tahun,” kata Prabowo.

Baca Juga: Sidang Umum PBB, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Jadi Pilar Solidaritas Global

Oleh karena itu, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia saat ini harus membangun tanggul laut raksasa sepanjang 480 Kilometer (Km). “Bisakah Anda bayangkan dalam 10 tahun? Bisakah Anda bayangkan dalam 20 tahun untuk ini? Karena itu, kami membangun Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) sepanjang 480 kilometer.”

[ad_2]

Ini 7 Alasan Pidato Presiden di Sidang Umum PBB Sangat Penting

[ad_1]

loading…

Pidato presiden di sidang umum PBB sangat penting bagi citra negara tersebut di dunia. Foto/X/@TigayBarry

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato dalam sesi debat umum pada Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Itu dilakukan setelah Indonesia absen selama 10 tahun dalam agenda penting dunia tersebut.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum internasional tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama global, serta memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat dunia.

Umumnya, para pemimpin berpidato di Majelis Umum PBB untuk membahas dan mencapai konsensus mengenai isu-isu global, mengadvokasi kebijakan nasional, mempromosikan nilai-nilai negara mereka, mengatasi krisis internasional, dan mengomunikasikan posisi mereka secara langsung kepada khalayak di seluruh dunia dalam satu-satunya forum yang mempertemukan hampir semua negara anggota.

Ini 7 Alasan Pidato Presiden di Sidang Umum PBB Sangat Penting

1. Forum Global yang Unik

Sidang Umum PBB merupakan satu-satunya badan PBB di mana 193 negara anggota memiliki suara, menawarkan platform tunggal untuk representasi universal dan diskusi multilateral mengenai tantangan dunia yang paling mendesak, mulai dari perdamaian dan keamanan hingga perubahan iklim dan kemiskinan.

Melansir Reuters, Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk pada tahun 1945 dengan 51 anggota awal dan sejak itu berkembang menjadi 193 anggota. Para pemimpin dari dua negara pengamat non-anggota—yang dikenal di PBB sebagai Takhta Suci dan Negara Palestina—dan seorang anggota pengamat, Uni Eropa, juga dapat berbicara.

Merupakan tradisi bagi Brasil untuk selalu menjadi negara anggota pertama yang berbicara. Hal ini karena pada tahun-tahun awal badan dunia tersebut, Brasil maju untuk berbicara lebih dulu ketika negara-negara lain enggan melakukannya. Sebagai tuan rumah markas besar PBB di New York, Amerika Serikat adalah negara kedua yang berpidato di Majelis Umum.

Kapan Prabowo akan berpidato?

[ad_2]