Nama Dea OnlyFans sempat menjadi sorotan publik Indonesia setelah viral di media sosial dan ramai diperbincangkan di berbagai platform digital pada 2022.
Sosok yang dikenal dengan nama panggung Dea OnlyFans ini menarik perhatian karena aktivitasnya sebagai kreator konten dewasa di platform OnlyFans, sebuah layanan berbasis langganan yang memungkinkan kreator membagikan konten eksklusif kepada subscriber berbayar.
Dea OnlyFans diketahui memiliki nama asli Gusti Ayu Dewanti. Ia merupakan seorang mahasiswa yang berasal dari Malang, Jawa Timur, dan menempuh pendidikan di Semarang, Jawa Tengah.
Sebelum kasusnya mencuat ke publik, Dea dikenal aktif di dunia digital dan memanfaatkan platform online untuk menghasilkan pendapatan melalui konten premium.
Popularitas Dea melonjak setelah ia secara terbuka membicarakan penghasilannya dari OnlyFans. Dikutip dari beritasatu, dalam pengakuannya, Dea menyebut bahwa dirinya memperoleh pendapatan yang cukup besar setiap bulan dari subscriber yang berlangganan kontennya.
Ia mengungkapkan tarif langganan berada di angka US$7 per subscriber, meski setelah potongan platform, penghasilan bersih yang diterima sekitar US$5,4 per subscriber.
Dengan jumlah pelanggan yang disebut mencapai lebih dari 200 subscriber, Dea mengaku bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp14 juta per bulan. Nominal tersebut membuat namanya semakin menjadi perbincangan, terutama di tengah maraknya diskusi mengenai monetisasi konten digital dan fenomena kreator independen di era internet.
Namun, perjalanan Dea OnlyFans tidak lepas dari kontroversi. Pada Maret 2022, ia ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pornografi.
Penangkapan tersebut bermula dari penyelidikan terkait distribusi konten pornografi melalui platform digital. Kasus ini kemudian memicu perdebatan luas di masyarakat mengenai batas kebebasan berekspresi di internet, regulasi konten digital, hingga persoalan privasi.
Penetapan status tersangka terhadap Dea menjadikannya salah satu figur yang paling banyak dicari di mesin pencari pada saat itu.
Hingga kini, nama Gusti Ayu Dewanti alias Dea OnlyFans masih kerap muncul dalam berbagai pembahasan mengenai fenomena kreator konten digital di Indonesia, menjadikannya salah satu sosok yang meninggalkan jejak dalam diskursus budaya internet Tanah Air.